CERITA (BELUM) SELESAI

Karena cinta, tubuh lelah siaga berdiri. Ketika medan juang harusnya tak memberi tempat lagi, menolak menyikapi zaman dengan tragis.

CERITA (BELUM) SELESAI

Ada waktunya, ketika kaki-kaki ini lelah berlari, ketika otot-otot berserabut mengkeriput. Maka jangan bertanya tentang masa muda duhai orang muda. Ketika tenaga itu tiada sudah, sungguh dari jerih payah ini, cerita menjadi kekuatan tersendiri.

Ketika orang bijak berkata bahwa cintamu tak berbalas maka percayalah, bahwa yang dikatakan renta ini berjuang bersama semangat yang dititipkan, dalam harap. Percayalah, disebuah hari yang keras telah tertumpah keringat, tak pernah berhenti bertahan. Percayalah, masa lalu tak akan pernah mati. Niscaya yang terlihat adalah keabadian.

Semua memiliki batas, tekad kukuh menghasilkan tindakan nyata, namun pada akhirnya tiap jihad akan berhenti. Mungkin, tiap pejuang yang telah pergi akan menjadi pengingat betapa bernilai seseorang baik. Karena di dunia ini, di luar surga, manusia harus siap kecewa, juga mensyukuri yang fana. Bahwa seseorang bisa menghilang, dilupakan namun pengabdian abadi.

Karena cinta, tubuh lelah siaga berdiri. Ketika medan juang harusnya tak memberi tempat lagi, menolak menyikapi zaman dengan tragis. Seorang lelaki dengan sebenarnya mampu membuang segalanya kecuali rasa cinta. Tentu ia bukan luar biasa pemberani, namun tetap berdiri tegar menghadapi segenap hantaman dengan mata terbuka.

Perjuangan, mungkin menyelamatkan. Bukanlah sebuah keajaiban, melainkan sebuah keganjilan, sikap acuh pada ketakutan. Bahwa waktu bersama usia yang akan menambahkannya ke tubuh renta, menjadi legenda kepada generasi selanjutnya.

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.