Category Archives: Cerita

TITIK TIADA KEMBALI

Dan ini adalah titik tiada akan kembali, adalah hidup sebuah pilihan untuk terus melangkah. Ketika bertemu kembali, diruang dan waktu yang lain lebih baik tanpa kata. Bebaskanlah tanggungjawab akan kata. Biarkan udara melingkupi jagad tanpa sepatah kalimat. Apapun itu ketika kaki melangkah, tiada guna menoleh kebelakang. Sungguh aku mengetahui bahwa akhir itu sudah dekat dan telah selesai menangisi hilangnya yang mutlak. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , | 1 Comment

SEBUAH PERJALANAN SEBUAH CERITA

Dan ketika perjalanan usai, ada yang tak menjadi bekas. Bahwa bukan hanya usia saja yang bertambah. Sungguh awal dari semua yang ada adalah ketiadaan. Disitulah apa yang berhenti tak akan hilang, dan manusia diteriakkan menjadi sesuatu yang baru. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

HUJJAH SENJA

Terkadang ketika matahari tenggelam dibalik gunung, ketika cahayanya hilang perlahan. Merasakan gelap datang. Terlintas kutuk akan rindu, rindu yang teramat sangat akan sebuah hati, yang disakiti berkali. Tanpa permaafan, tanpa penyesalan, tanpa pilihan untuk kembali. Bahwa semua harapan yang pernah ada, tiada tersisa. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

BAHAGIA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Dimasa bujang, sesuatu yang pasti akan dirindukan, betapapun bahagia nanti. Nanti ketika telah berkeluarga. Bahagia untuk apa? Bahagia untuk sebuah harga diri. Bahwa di masa bujang bahagia, jangan sampai ketika menikah menderita. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 43 Comments

IBLIS NAMEC VS MANUSIA SAIYA

Ini bukan hanya pertarungan hidup dan mati. Ini adalah pertarungan akan kehidupan, meski aku enggan mengatakan ini pertarungan. Ini hanyalah ilusi. Aku yang berkali mati mampu bangkit kembali. Asalkan kepalaku utuh, maka ragaku mampu membentuk kembali tanpa harus bola naga. Merasakan lelah akan permainan ini, tiada lagi hasrat akan kemenangan. Untuk itu aku pergi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 59 Comments

SAHABAT

Sahabat, tiada guna segala nikmat dunia tanpa adanya persahabatan. Dalam persahabatan, aku selaku manusia memahami bahwa segala yang membawa bahagia itu bukanlah hal-hal yang luar biasa, melainkan sesuatu yang sangat biasa, terlewat oleh pandangan mata, menyegarkan. Bahwa setiap detik, kejadian menjadi arti. Tiada yang sia-sia. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

SANTIAGO SANG PELAUT

Memaklumatkan menafikan segala gahar dunia, membuang jauh rasa benci dan iri pada dunia. Tiada ingin lagi terlibat dalam dunia, di mana yang luhur katanya diperjuangkan, ketika yang busuk tersebar. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 63 Comments

TRAGEDI KEMATIAN JULIUS CEASAR

Shakespiere mengabadikan adegan itu, pembunuhan oleh orang-orang terhormat. Senat yang mulia. Dua puluh tiga tusukan, diakhiri oleh Brutus. Sang terpercaya, sejarah kerap menampikan ironi ketika yang terpercaya justru berkhianat. Bahkan sejarah butuh drama. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

RISAU ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Bahwa apapun cerita mereka adalah subjek korban, yang mungkin menderita, tapi tabah. Karena tiada bersendiri. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 43 Comments

KETIKA IBLIS MEMBUNUH SEJARAH

Maka rasakanlah tusukan tombak ini langsung ke ulu hatimu, duhai sejarah. Sejarah yang malang dan tanpa bersalah. Dan setiap pembalasan membutuhkan tumbal, maka merupakan aibmu yang terkoyak-koyak taringku. Sejarah aku akan hadir dalam pemakamanmu, sebagai tanda kebuasanku. Sebagai prasasti akan kegemilangan seorang durjana. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , | 4 Comments