Tag Archives: Sejarah

TAKUT

Bukan pula karena aku takut tak mampu menyembunyikan rasa takutku lagi. Tapi karena kami adalah sepasang musuh yang tak pernah bertemu (lagi), dimana aku gentar padanya, terhukum untuk cinta yang sama. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

BUKAN MANUSIA ZAMAN INI

“Apa kau mengingat kejadian saat usiamu dua puluh dua? Ada setengah lusin almanak berganti. Disana ada jarak, lembar-lembar kelender silih berganti adalah tanda, waktu berjalan. Apa yang akan kau lakukan saat gagal mewujudkan impian? Menjadi lemah dan beralasakah? Padahal mungkin keadaan tak seburuk yang dipikirkan. Masa depan jelas tak dapat diperkirakan, sebuah hukum mutlak yang perlu dingatkan pada segala zaman. Sekuat apapun engkau mencoba, kau tak akan mampu kembali kemasa lalu. Maka hadapilah masa kini, dengan gagah berani.” Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

GUGATAN KAMI

Bagaimana kecerobohan menempatkan standar moral menjadi hukum berdasarkan praduga, membuat seorang memilih mengakhiri hidup karena malu dituduh menjual diri. Continue reading

Rate this:

Posted in Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

BENAK

Terkadang seorang penyair terlalu membesarkan apa yang ada dibenaknya, layaknya kecemasan burung jalak seolah mimpi seorang raja. Tapi itu perlu, apalah penghiburan bagi pemegang kuasa akan kata selain syair, sederhana bagi awam tapi luar biasa bagi yang paham. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

MUSAFIR

Semua berawal dari pergi dan berakhir pada pulang. Hingga mendapati jatuh dan tak bisa bangkit lagi, tersesat dan tak tahu jalan pulang. Tiap-tiap langkah terlewat adalah sejarah. Dibalik diam ada syair, dalam gerak ada zikir. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

SEBUAH PUSAKA UNTUKMU ANAKKU

Adalah engkau, anakku alasan itu. Ada yang terindukan ketika aku menyebut namamu. Disitu pula ada gentar yang getar. Apakah ini mendahului takdir-Nya, dan keyakinanku bahwa IA maha pengasih lagi maha penyayang, membuatku berazzam melanjutkan menulis untukmu bersama pasrah sekaligus gairah. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

YANG MEMUKAU TAK SELAMANYA MEMUKAU

Ketika masa lalu mengelak, ketika (kita) tak merasa terkait dengan petilasan tua, disitulah harapan hadir. Harapan atas keyakinan berjuang untuk setia pada mimpi, adalah kegilaan yang memberi harga pada manusia. Continue reading

Rate this:

Posted in Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

CIDUK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Seekor kuda masuk kepelataran lepau nasi, segera Laksamana Chen masuk tergopoh-gopoh. “Cepat kabur! Kabur! Ada pencidukan!” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 43 Comments

EFEK KUPU-KUPU

Ketahuilah bahwa kita hidup tidak bersendirian meski sedang bersendiri, ada malaikat di sisi sekaligus Iblis di sisi yang lain. Engkau si batu merah berhati-hatilah sekaligus jangan terlalu berhati-hati. Jikalah mungkin, tantanglah sang matahari. Milikilah kemarahan yang membara. Gagallah berkali-kali, jatuhlah dengan teruk. Karena dengan jatuh, engkau belajar untuk bangkit. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

REPETISI

Orang dewasa tak sedewasa yang dipikirkan anak-anak. Paham kehidupan pun tidak, apalagi menemukan jawaban. Tapi, orang-orang disekitar tak bisa menerima jika bersikap polos seperti anak-anak. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , | 2 Comments