-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Perempuan
JANGAN MELEWATI BATAS
Batas sulit didefinisikan secara baku. Dan ketika batas telah dilanggar, ketika genderang perang telah ditabuh maka sangat sulit kembali. Perang terjadi ketika batas dilanggar. Pasukan yang telah bergerak enggan pulang sebelum bertempur. Continue reading
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
Tagged Aceh, Banda Aceh, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Iblis, Kampung, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Laut, Legenda, Lhokseumawe, Manusia, Mimpi, Pengembangan, Perempuan, Politik, Saga, Syair, Tradisi, Waktu
11 Comments
ANGIN
“Maka yang terakhir adalah angin.”
“Mengapa harus angin guru, tidakkah api lebih perkasa.”
“Anakku api memang perkasa namun ia telah dijinakkan ketika manusia faham akan faedahnya.” Continue reading
Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Puisiku
Tagged Cerita, Dunia, Kampung, Laki-laki, Lhokseumawe, Manusia, Mimpi, Perempuan, Sastra, Surealis, Syair
13 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN TUJUH
Terus terang aku mengagumi anak muda ini, sekaligus membencinya. Umar anak Meulaboh, sudah beberapa minggu belakangan ini ia ada di Bandar Aceh Darussalam. Pergerakannya sangat cepat, baru sesaat dipelabuhan sekejap berikutnya ia membuat keributan di Peukan Aceh. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Banda Aceh, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Kampung, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, Manusia, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Perempuan, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
50 Comments
SELAMAT ULANG TAHUN MAMA
SELAMAT ULANG TAHUN MAMA. Dimana setiap pertambahannya adalah kebahagiaan bagi anakmu ini. Selamat Ulang tahun dan tak ada lagi kata. Karena cinta kadang tanpa kata dan puja. Continue reading
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Puisiku
Tagged Aceh, Banda Aceh, Cerita, Cinta, Dunia, Indonesia, Islam, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Manusia, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Perempuan, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi
15 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN LIMA
Haruskah aku yang berjuluk sang Durjana, bajak laut yang telah mengarungi tujuh samudera mengatakan padanya bahwa diriku tak pernah menyentuh perempuan manapun dimuka bumi, tak terbiasa akan pesonanya dan tak pernah menyerahkan hatiku. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Andalusia, Arab, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kota, Kuno, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Malaikat, Manusia, Mimpi, Nona, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Perempuan, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi
52 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN TIGA
Kami adalah kaum yang tega meludahi, mencincang, bahkan mengencingi lawan sambil tertawa. Belanda menyebut kami sebagai bangsa perompak tua yang harus diberantas. Tapi dihadapan ibu kami tak lebih dari seorang kanak-kanak, berapapun usia kami. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Islam, Kampung, Kota, Kuno, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Manusia, Metropolis, Nusantara, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Perang, Perempuan, Politik, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi
49 Comments
TAK ADA APA APA
Ini kali kita bertemu, tak sengaja. Tidak ada apa-apa. Benci tiada, segalanya telah menguap. Biasa saja. Kata-kata tiada. Dan jika akhirnya bibirku tersenyum karena aku berbahagia. Sangat senang menjadi seorang yang tak lagi kau kenali. Sangat senang karena aku telah berhasil menjadi seseorang yang aku inginkan. Continue reading
BERAKHIR DISINI
Aku akan jujur padamu, karena hanya itulah yang kupunyai. Bahwaku pernah merindukan rumah, dan kecewa mendapati diriku belum saatnya untuk pulang. Aku bersedih mendapati harapan itu hancur. Maka aku juga tak akan berpura-pura bisa memahami perasaanmu. Saat ini biarkanku mengembara dan bahagia dalam pencarian ilmu, itulah hasratku kini. Mohon ikhlaskan. Continue reading
HANYALAH LELAKI BIASA
Ibu sadarlah anakmu ini bukanlah seorang pangeran yang memiliki pasukan berkuda walau ayah dari ibumu masih merindukan taman-taman kota sevilla saat mendengar cerita nenek moyangnya sebelum disuruh memilih menanggalkan akidah atau pergi dari semenanjung iberia oleh gabungan Castilla dan Arragon saat benteng terakhir di Andalusia, Granada tertaklukkan. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku
Tagged Aceh, Andalusia, Banda Aceh, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, Malam, Manusia, Nona, Nusantara, Perempuan, Puisi, Sastra, Sejarah, Syair, Tradisi, Tragedi
68 Comments