-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Menulis
KEHIDUPAN YANG TERKADANG PARADOKS
Penampilan luar sungguh menipu, kehalusan budi bisa saja sebuah topeng. Sebaliknya penampilan kumal bukan berarti tak berilmu, bersikap keras juga bukan berarti kasar. Manusia berubah begitupun zaman, kebaikan hari ini bukan berarti besok berarti sama. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
|
Tagged Cerita, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Iblis, Kampung, Kembali, Kota, Laki-laki, Lanun, logika, Malam, Menulis, Mimpi, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Politik, Puisi, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
|
19 Comments
MENJADI SESEORANG
Disaat engkau mencintai dan siap untuk tidak dicintai, memberi tanpa menghapapkan imbalan atas perbuatanmu maka sesungguhnya engkau telah menjadi manusia dewasa. Continue reading →
Rate this:
Posted in Kisah-Kisah, Literature, Pengembangan diri, Puisiku
|
Tagged Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Hidup, Kembali, Laki-laki, logika, Manusia, Menulis, Mimpi, Pengembangan, Peradaban, Puisi, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi
|
50 Comments
LAUTAN YANG TERSIA-SIAKAN
Laut sendiri menyimpan misteri, ia memberikan sumber daya yang tiada habis seperti ikan yang sejak zaman dahulu menjadi konsumsi kita, ia juga menyimpan amarah yang tak segan melumat anak manusia. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
|
Tagged Aceh, Andalusia, Arab, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Gelap, Hidup, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Manusia, Menulis, Mimpi, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Politik, Sejarah, Sosial, Tradisi, Waktu
|
38 Comments
TUHAN IZINKAN HAMBA UNTUK TIDAK JATUH CINTA
Tuhan, seandainya Engkau memberikan izin kepada hamba-Mu ini. Perkenankan hamba tidak merasakan jatuh cinta. Hamba melihat para pencinta besar dizamannya adalah orang yang merana hati dan jiwanya, namun cinta adalah salah satu ciptaan-Mu paling indah yang menjalankan dunia dan tak kuasa satupun makhluk-Mu mampu menolaknya. Continue reading →
Rate this:
RISALAH SANG DURJANA
Kapten lanun haruslah kejam, Durjana itulah julukanku. Paling tidak harus menampakkan kebengisan. Senyum diwajahku ketika memancung kepala Kapten pelaut Belanda. Menghancurkan skuadron bermeriam berbendera Portugis. Bahkan Kapal perang kerajaan Inggris sekalipun tak membuatku gentar. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
|
Tagged Aceh, Assosiasi, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Metropolis, Mimpi, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Perempuan, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Tragedi, Waktu
|
70 Comments
SEPUCUK SURAT UNTUK LISA
Aku tak minta dilahirkan sebagai Putra Mahkota. Ini adalah takdir yang harus kuterima dengan takzim. Sebagaimana aku tak pernah menyesal telah jatuh cinta. Termasuk denganmu. Dan lucunya aku tak pernah mengucapkan itu. Continue reading →
Rate this:
MEMBANGUN TRADISI BARU
Benarkah orang Indonesia tidak memiliki tradisi menulis? Kalau dipikir ada benarnya juga. Sewaktu duduk dibangku sekolah adakah pelajaran untuk menulis? Saya tidak tahu didaerah lainnya akan tetapi didaerah saya sewaktu sekolah hampir-hampir tidak ada pelajaran menulis dan kalaupun ada hanya segelintir guru yang memberi tugas tersebut dan efeknya guru tersebut otomatis dibenci oleh murid-muridnya dan akibatnya pelajaran menjadi tidak efektif. Continue reading →
Rate this:
Posted in Asal Usil, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
|
Tagged Budaya, Buku, Hidup, Hikmah, Indonesia, logika, Manusia, Menulis, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Sejarah, Tradisi, Waktu
|
29 Comments
WAJAH PASARAN
Percayakah teman-teman semua bahwa didunia ini kita memiliki tujuh orang kembaran? Boleh percaya atau tidak benar tidaknya mitos ini. Setidaknya ini adalah semacam legenda yang beredar luas di masyarakat. Entah karena memiliki wajah pasaran terlalu sering orang salah kira dengan Abu dan menyangka sebagai orang lain. Terlalu sering malah. Berikut beberapa kejadian terakhir. Continue reading →
Rate this:
LUGHAT
Pendengaran adalah ayah adalah dari segala “ilmu linguistik”, begitulah pendapat Ibnu Khaldun berabad yang lalu yang membandingkan kecenderungan berbahasa bangsa Arab di Andalusia (Spanyol, Portugal sekarang) berbeda dengan bangsa Arab di Timur (Wilayah kekhalifahan Abbassiyah yang berpusat di Baghdad saat itu). Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri
|
Tagged Arab, Budaya, Drama, Dunia, Hidup, Indonesia, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Manusia, Menulis, Mimpi, Nusantara, Pengembangan, Peradaban, Sastra, Sejarah, Sosial, Tradisi, Waktu
|
22 Comments
TERIMA KASIH TELAH MENOLAKKU KEMARIN
Terimakasih telah menolakku kemarin, untung aku tak pernah mencaci apalagi membencimu. Karena itu hari ini aku tak pernah menyesal walau harus menanggung malu yang sekarang berubah menjadi sebuah kebanggaan di dadaku. Kukukuhkan hati mencegah rasa cinta menjadi benci. Lingkaran dendam tak seharusnya terjadi antara kita. Continue reading →