-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Drama
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DELAPAN
“Apa kamu syaitan?” Tanya seorang diantara mereka antara takut dan penasaran. Dimana ini? Kugosok-gosokkan mata lalu memandang sekeliling. Orang-orang menggerubutiku. Penampilan mereka aneh, seperti orang dari dusun yang sangat pelosok. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Islam, Kampung, Kembali, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Manusia, Mimpi, Nusantara, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Tradisi, Waktu
48 Comments
PETUALANGAN CHAN
Ya, dua belas tahun ketika aku bertemu guru. Kata beliau aku ditemukan dijurang, aku bahkan tak mengingat siapa diriku. Satu-satunya identitas adalah kalung yang dengan perak pipih bermata bertuliskan, Chan. Dan selama ini banyak yang kupelajari dari guru, satu-satunya orang yang kukenal didunia. Dan selama itu guru tidak bertambah tua, wajahnya masih sama tidak berubah sama sekali. Guru pernah bercerita, bahwa ia pernah memakan ginseng terkutuk untuk mencegah dirinya menua. Sesuatu hal yang disesali olehnya. Continue reading
MENELUSURI SEJARAH PERANG SALIB
Sepanjang perjalanan menuju Palestina, Tentara Salib membantai orang-orang Islam. Tentara Jerman juga membunuhi orang-orang Yahudi. Rombongan besar ini akhirnya sampai di Baitul Maqdis pada tahun 1099. Mereka langsung melancarkan pengepungan, dan tak lupa melakukan pembantaian. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Mari Berpikir, Pengembangan diri
Tagged Arab, Budaya, Bujang, Cerita, Drama, Dunia, Gelap, Hidup, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kota, Laki-laki, Lanun, Legenda, logika, Manusia, Mimpi, Pengembangan, Peradaban, Perang, Politik, Saga, Sejarah, Sosial, Waktu
18 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN TUJUH
Terus terang aku mengagumi anak muda ini, sekaligus membencinya. Umar anak Meulaboh, sudah beberapa minggu belakangan ini ia ada di Bandar Aceh Darussalam. Pergerakannya sangat cepat, baru sesaat dipelabuhan sekejap berikutnya ia membuat keributan di Peukan Aceh. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Banda Aceh, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Kampung, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, Manusia, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Perempuan, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
50 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN ENAM
Haruskah kukatakan pada anak muda ini bahwa Rum sekarang bukanlah yang dulu, ia sekarang bernama Turki dengan segala penyakitnya, sehingga mustahil membantu Aceh menghadapi Negara Eropa, apalagi jika Britania turut serta. Turki sekarang penakut, kalkun julukan mereka. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Arab, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kota, Laki-laki, Laut, Legenda, Malam, Manusia, Mimpi, Nusantara, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Perang, Politik, Saga, Sejarah, Sosial, Syair, Tradisi, Waktu
52 Comments
YUKIMURA SANADA SAMURAI TERAKHIR
Yukimura Sanada sendirian menembus kepungan pasukan Tokugawa, dengan tubuh penuh panah pasukan lawan. Hari menjelang senja ketika Yukimura Sanada mencapai kemah Tokugawa. Dan ketika ia sudah berhadapan dengan Ieyasu, maut menjemputnya. Tubuh itu pucat, setiap tetes darah sudah tidak menghuni tubuh itu lagi. Ia mati dengan senyuman. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku
Tagged Asia Timur, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, Manusia, Mimpi, Pahlawan, Peradaban, Perang, Politik, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Syair, Tradisi, Tragedi, Waktu
62 Comments
TAK ADA APA APA
Ini kali kita bertemu, tak sengaja. Tidak ada apa-apa. Benci tiada, segalanya telah menguap. Biasa saja. Kata-kata tiada. Dan jika akhirnya bibirku tersenyum karena aku berbahagia. Sangat senang menjadi seorang yang tak lagi kau kenali. Sangat senang karena aku telah berhasil menjadi seseorang yang aku inginkan. Continue reading