-
Recent Posts
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA FINLANDIA (RAKASTAMAALLE)
- MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR
- HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Bujang
VIRTUE ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Nyaman dengan hidup, dan selalu menyempatkan diri bersantai, tertawa, makan dan tidur. Sederhana. Dia adalah Barbarossa. Ngok..Ngok..Ngok.. Dia itu Babi!!! (Amish Khan) Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah
|
Tagged Assosiasi, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Nona, Nusantara, Perempuan, Saga, Sastra, Sejarah, Surealis, Tradisi, Waktu
|
24 Comments
BUKU ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
“Beta masih mengingat judul bukunya satu : Mengapa Babi Diharamkan dan dua : Bahaya Onani Bagi Generasi Muda.” Penyair menjawab dengan cemberut. Continue reading →
Rate this:
LALAI
Mungkin aku lupa, akan cara berkreasi, padahal Tuhan sendiri ialah IA yang tak menyesali apa yang ia ciptakan sendiri. Tiap hari, tiap kali. Berbuat merupakan sebuah petualangan baru, ada berbagai kemungkinan langkah ke depan yang tak diduga. Continue reading →
Rate this:
EVOLUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Pernikahan telah berlangsung, Penyair pun menghilang tanpa kabar, suasana lepau nasi begitu lenggang tanpa si “orang aneh”, sepi tanpa orang yang selalu ada. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom
|
Tagged Assosiasi, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Peradaban, Perempuan, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
|
22 Comments
MENIKAHI PUTRI ANDA
Ini adalah waktunya, saya sudah mempersiapkan diri, aku berjanji padamu Tuan dengan seluruh hati akan aku berikan. Di mulai besok, pada hari saya menikahi putrimu. Continue reading →
Rate this:
LELAKI TUA YANG MISKIN
Aku hanya seorang pria tua yang miskin. Berkeinginan untuk kaya, dan kekayaan yang sebenarnya adalah menerima berbagai sisi tanpa gentar. Segalanya mungkin. Continue reading →
Rate this:
Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Mari Berpikir, Puisiku
|
Tagged Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Ekonomi, Gelap, Hidup, Kampung, Kembali, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Nusantara, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Surealis, Tradisi, Waktu
|
4 Comments
ILUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
“Aku tidak jadi menikah.” Mas Jaim mengaku. Suasana lepau nasi menjadi hening, sejak tahun lalu Mas Jaim sudah berancang mengakhiri masa bujang, semua anggota Assosiasi menyadari itu. Continue reading →
Rate this:
BATAS ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
“Adakah kalian mengenal Professor Gahul?” Tanya Barbarossa. “Dialah meteor di langit setiap orang. Penuh kesan, tapi dengan cepat melesat hilang.” Analogi Penyair. Continue reading →
Rate this:
JARING KAMALANGA
Sang Kamalanga, tak bersuara menangis, tak bersayap terbang, jauhkan diri dari jerat jaringnya, bergigi mengigit, mulut berbisik, mula-mula ia memamah lalu mengunyah, kemudian diam tak berubah. Sang Kamalanga, benda ini makan segalanya. Sang Kamalanga, dan jaring-jaringnya. Continue reading →
Rate this:
MERAJOK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
“Baik, beta keluar dari Assosiasi Budjang Lapok. Kita sudah tidak sejalan lagi, silahkan melanjutkan organisasi ini sesuai keinginan kalian. Beta berhenti!” Penyair melemparkan koin dan pergi. Continue reading →