Tag Archives: Budaya

LINGKARAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Lingkaran hanya akan berulang pada dirinya, sebuah keabadian yang tak abadi. Di situ, pada waktu yang bergerak Assosiasi Budjang Lapok ada. Di lepau nasi mereka ber-repetisi, tokoh-tokoh yang hadir masih dengan langgam yang sama. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 37 Comments

BUKAN MANUSIA ZAMAN INI

“Apa kau mengingat kejadian saat usiamu dua puluh dua? Ada setengah lusin almanak berganti. Disana ada jarak, lembar-lembar kelender silih berganti adalah tanda, waktu berjalan. Apa yang akan kau lakukan saat gagal mewujudkan impian? Menjadi lemah dan beralasakah? Padahal mungkin keadaan tak seburuk yang dipikirkan. Masa depan jelas tak dapat diperkirakan, sebuah hukum mutlak yang perlu dingatkan pada segala zaman. Sekuat apapun engkau mencoba, kau tak akan mampu kembali kemasa lalu. Maka hadapilah masa kini, dengan gagah berani.” Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

GUGATAN KAMI

Bagaimana kecerobohan menempatkan standar moral menjadi hukum berdasarkan praduga, membuat seorang memilih mengakhiri hidup karena malu dituduh menjual diri. Continue reading

Rate this:

Posted in Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

PASRAH

Aku mundur dari medan pertempuran, untuk alasan-alasan yang sekarang pun tak mampu kusarikan dalam kata-kata, aku mendapati diriku menangis, tetapi mungkin karena aku terlalu lelah. Kalau aku tidak ingin menjadi sesuatu yang kubenci, maka lebih baik aku pergi. Aku merasa letih dan ingin sendiri. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

CIDUK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Seekor kuda masuk kepelataran lepau nasi, segera Laksamana Chen masuk tergopoh-gopoh. “Cepat kabur! Kabur! Ada pencidukan!” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 43 Comments

ODE SEEKOR HARIMAU

Duhai Harimau, bagaimana perasaanmu? Akan kakimu yang dirantai? Engkau bisu. Dada membusung itu kini tiada. Mungkinkah engkau sudah lupa akan harumnya tanah basah dipegunungan yang bertaut pada perdu durian. Pada lezatnya pepaya matang, pada manis landak hutan. Matamu tak mengenal air mata bukan? Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 14 Comments

LALAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Assosiasi Budjang Lapok enggan melepaskan diri dari itu merupakan kelalaian. Dan sebagaimana  kita tahu bahwa setiap petaka selalu berawal dari sebuah kelalaian. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 38 Comments

POLITIK ABU NAWAS

Abu Nawas terasa begitu akrab. Tiap kali seorang tokoh ditampilkan dengan perkasa, tercipta jarak. Jarak untuk mengangumi dari jauh, berusaha paham dengan arif. Dan untuk itu Abu Nawas hadir menampilkan ironi, membuka pintu menuju arif. Tak heran ia menjangkau siapa saja. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments

BERAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Belakangan ini, Assosiasi Budjang Lapok sudah jarang berbual-bual dalam lepau nasi. Jarang sudah berassosiasi. Berai. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 44 Comments

KETIKA SEKOLAH USAI

Dan ketika sekolah selesai, maka semua tak akan sama kembali, seseorang mungkin akan menghadapi medan tempur seperti neraka yang menyakitkan. Atau mungkin sebuah surga dengan kebun-kebun mengoda ataukah mungkin menjadi biasa, datar dan mengalir. Continue reading

Rate this:

Posted in Mari Berpikir | Tagged , , , | 5 Comments