Category Archives: Pengembangan diri

MASA-MASA KEMUNDURAN ISLAM

Ibnu Khaldun dalam al-Muqaddimah, “bahwa ketika kegeniusan berhenti, ambisi tidak ada, dan keingintahuan berkurang, maka cahaya akan pudar, harapan sirna, dan orang-orang mati memerintah yang hidup.” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

PENYEBAB KEMUNDURAN PERADABAN ISLAM

Apakah penyebab kemunduran peradaban Islam? Pelajaran moral selalu ditemukan dalam akibat dan hasil akhir. Namun, dalam masalah pembaruan, apa yang ditegaskan oleh sejarah adalah awal suatu dinasti, pembaruan itu berlangsung singkat, tertatih-tatih, dan segera di sapu bersih oleh angin tirani dan keinginan-keinginan pribadi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

PENAKLUKKAN KEBUDAYAAN

Keberhasilan orang-orang dengan tingkat kebudayaan yang “dibawah rata-rata” itu sendiri disebabkan kedinamisan kebudayaan tersebut menyerap segala kebaikan yang ada pada kebudayaan yang lebih tinggi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 19 Comments

GUGATAN KAMI

Bagaimana kecerobohan menempatkan standar moral menjadi hukum berdasarkan praduga, membuat seorang memilih mengakhiri hidup karena malu dituduh menjual diri. Continue reading

Rate this:

Posted in Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

MUSAFIR

Semua berawal dari pergi dan berakhir pada pulang. Hingga mendapati jatuh dan tak bisa bangkit lagi, tersesat dan tak tahu jalan pulang. Tiap-tiap langkah terlewat adalah sejarah. Dibalik diam ada syair, dalam gerak ada zikir. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

POLITIK ABU NAWAS

Abu Nawas terasa begitu akrab. Tiap kali seorang tokoh ditampilkan dengan perkasa, tercipta jarak. Jarak untuk mengangumi dari jauh, berusaha paham dengan arif. Dan untuk itu Abu Nawas hadir menampilkan ironi, membuka pintu menuju arif. Tak heran ia menjangkau siapa saja. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments

SAHABAT

Sahabat, tiada guna segala nikmat dunia tanpa adanya persahabatan. Dalam persahabatan, aku selaku manusia memahami bahwa segala yang membawa bahagia itu bukanlah hal-hal yang luar biasa, melainkan sesuatu yang sangat biasa, terlewat oleh pandangan mata, menyegarkan. Bahwa setiap detik, kejadian menjadi arti. Tiada yang sia-sia. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

CERITA (BELUM) SELESAI

Perjuangan, mungkin menyelamatkan. Bukanlah sebuah keajaiban, melainkan sebuah keganjilan, sikap acuh pada ketakutan. Bahwa waktu bersama usia yang akan menambahkannya ke tubuh renta, menjadi legenda kepada generasi selanjutnya. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

PAHIT

Pahit yang tak mesti selalu hitam, kadang ia hijau, merah, kuning maupun biru. Dalam banyak warna pahit menjelma. Dan sungguh pahit yang jernih menyegarkan. Meski kenangan membuat kita selalu mengingat bahwa pahit itu hitam, mungkin segelas kopi. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 10 Comments

CELA SEMPURNA

Dan celalah dunia ini kawan, bahwa ini zaman yang besar yang dibopong oleh orang-orang kerdil. Dalam secangkir gelas kita tertawa dan saling menertawakan akan nasib kita. Bahwa disitulah sebuah dunia tak pernah hilang, dunia yang telah menjadi ilusi, dikemas diteriakkan sebagai sesuatu yang baru, justu tak diciptakan kembali. Continue reading

Rate this:

Posted in Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment