Author Archives: tengkuputeh

Unknown's avatar

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //

PENGEMBARAAN

Begitu pula kehidupan, mungkin hidup adalah pengembaraan yang melelahkan, padang yang luas, yang mencemaskan, bila angin samun datang, gunung pasir yang berpindah-pindah itu, dan terbentanglah padang yang luas di hadapan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

PERSAHABATAN KAMBING DAN SERIGALA

“Bahwa bagaimanapun, ada jasa baik kepada orang yang berlainan jiwa dan semangat, maka orang yang bermusuh itu senantiasa mencari kesempatan untuk membunuh kawannya.” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 63 Comments

FATWA MUI TENTANG PERAYAAN NATAL BERSAMA TAHUN 1981

Banyak di antara kita belum lahir di tahun 1981, banyak pula yang sudah lahir tapi tidak mengingat dengan tepat mengapa dan apa Fatwa MUI tahun 1981 itu, sehingga mengutip dengan sembarangan dan menyebarkan dengan penuh prasangka dalam kehidupan sosial dengan mengutip berbagai sumber yang belum jelas tanpa pernah membaca bagaimana Fatwa itu berbunyi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

NUN

Nun, demi kalam dan apa yang tertulis, Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah, yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Literature, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments

DRAGON DIALOG

Sejarah memberi kita puluhan contoh orang-orang yakin mereka benar dan melakukan kejahatan mengerikan karenanya. Ingatlah, muridku, bahwa tidak ada yang menganggap dirinya penjahat, dan hanya yang sedikit orang yang mengambil keputusan yang menurut mereka salah. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 61 Comments

VIRTUE ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Nyaman dengan hidup, dan selalu menyempatkan diri bersantai, tertawa, makan dan tidur. Sederhana. Dia adalah Barbarossa. Ngok..Ngok..Ngok.. Dia itu Babi!!! (Amish Khan) Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 24 Comments

BUKU ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

“Beta masih mengingat judul bukunya satu : Mengapa Babi Diharamkan dan dua : Bahaya Onani Bagi Generasi Muda.” Penyair menjawab dengan cemberut. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 21 Comments

YANG TERCINTA MALAHAYATI

Kita, aku dan engkau adalah fana. Kelak akan mati, bersamaan atau satu demi satu. Jika itu telah terjadi, disana, tak peduli segenap bidadari, cukuplah engkau bagiku. Malahayatiku. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

LALAI

Mungkin aku lupa, akan cara berkreasi, padahal Tuhan sendiri ialah IA yang tak menyesali apa yang ia ciptakan sendiri. Tiap hari, tiap kali. Berbuat merupakan sebuah petualangan baru, ada berbagai kemungkinan langkah ke depan yang tak diduga. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

ANAK-ANAK

Ada yang terbongkok-bongkok memikul kaleng minyak sepanjang jalan. Atau membujuk tamu dari lantai warung yang kotor agar suka mengupahnya untuk menyemir sepatu. Pantai dunia mereka sangat terbatas. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments