Category Archives: Puisiku

BERAKHIR DISINI

Aku akan jujur padamu, karena hanya itulah yang kupunyai. Bahwaku pernah merindukan rumah, dan kecewa mendapati diriku belum saatnya untuk pulang. Aku bersedih mendapati harapan itu hancur. Maka aku juga tak akan berpura-pura bisa memahami perasaanmu. Saat ini biarkanku mengembara dan bahagia dalam pencarian ilmu, itulah hasratku kini. Mohon ikhlaskan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

SALAM RINDU SELALU

Adinda, diantara kita berlima engkaulah yang paling merasakan kehilangan ayahanda di umur delapan tahun. Membuat dirimu memiliki kenangan paling sedikit tentang beliau di memorimu. Terkadang jika melihatmu bermain dan tertawa, hati ini terasa sangat teriris mengingat engkau dewasa sebelum waktunya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , | 11 Comments

PLEDOI IBLIS

Entah syaithan mana yang merasukimu hingga engkau mengancamku? Aku yang terlihat tolol ini bukan tak tahu. Aku hanya merasa tak perlu tahu akan tingkah polah dibelakangku. Ada hal lain yang lebih penting untuk disimpan bergiga kapasitas otakku. Bukan itu, yang menjadi perhatian bagiku. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 21 Comments

ODE SEEKOR ELANG

Elang bagaimana perasaanmu, akan kakimu yang dirantai? Engkau bisu. Dada membusung itu tiada. Kini engkau hanyalah piasan para raja. Engkau telah lupa nikmatnya mengangkasa. Elang tahukah kamu? Di luar sana bangsamu terancam kepunahan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opinion, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 83 Comments

SELAMAT KEMBALI PULANG SAHABAT

Ini kali ketika memandang wajah di cermin, aku bertanya kamu siapa? Apa yang kamu lakukan disini? Apakah ini jalan kembali kebelakang? Ah, tidak mungkin. Dulu kamu memiliki kekuatan dan sekarang tak ada. Waktu itu kamu dijuluki, manusia berkulit merah. Sekarang lihatlah aku, memutih bagai priyayi. Jauh sekali perbedaannya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

MENCUMBUI KEMATIAN, SEBUAH ELEGI

Menggambarkan perasaan Toyotomi Hideyori, menjelang kejatuhan benteng Osaka pada pasukan Ieyasu Tokugawa. Setelah mendengar samurai paling perwira, Yukimura Sanada bertempur matian-matian menjemput maut di front terdepan. Sendirian untuk menjaga kehormatan tuannya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 10 Comments

DUHAI DIRIKU MENGAPA ENGKAU BERSEDIH

Wahai diriku mengapa engkau bersedih? Jangan kau katakan tidak! Tiada guna membantah diriku yang setiap detik menemanimu. Aku adalah kamu, kamu adalah aku. Kita adalah satu jasad dengan dua karakter berbeda, merdeka. Duhai diriku yang tersenyum, sungguh engkau mampu menipu seluruh dunia dengan sebaris garis dibibirmu tapi bukan aku. Lekuk senyuman khas milikmu bukanlah perisai bagiku untuk mengetahui yang terdalam darimu. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 16 Comments

MALAM INI BIARKAN AKU MENYENDIRI

Malam ini biarkan kusendiri, mengecup sepi. Menikmati kehidmatan menyelami tulisan tertera dari langit. Sungguhpun disaatku merasa gundah gulana. Saat air mata tumpah ketika mengeja kitab suci bukan berarti hidup ini penuh kesedihan. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 30 Comments

HANYALAH LELAKI BIASA

Ibu sadarlah anakmu ini bukanlah seorang pangeran yang memiliki pasukan berkuda walau ayah dari ibumu masih merindukan taman-taman kota sevilla saat mendengar cerita nenek moyangnya sebelum disuruh memilih menanggalkan akidah atau pergi dari semenanjung iberia oleh gabungan Castilla dan Arragon saat benteng terakhir di Andalusia, Granada tertaklukkan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 67 Comments

WAJAH IBLIS SANG MALAIKAT

“Sebaik apapun seorang lelaki (atau perempuan), tetap saja ada kebusukkan dan keburukkan didalamnya (begitupun sebaliknya). Maka jangan menganggap bahwa selamanya madu adalah manis, bisa saja ia menjadi racun yang membunuh” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 20 Comments