-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Wilayah Barat
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN TIGA BELAS
Sejak saat pertama, Perang Aceh secara militer pun lain daripada semua perang terdahulu. Artileri orang Aceh pun lebih baik daripada yang pernah mereka hadapi. Pada hari pertama Citadel van Antwerpen terkena dua belas tembakan meriam. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Islam, Kampung, Kota, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Manusia, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Politik, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Wilayah Barat
|
33 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA BELAS
Ekspedisi Belanda pertama tahun 1873 gagal total, kemudian baru berhasil pada percobaan kedua tahun 1874. Ketika Belanda berkuasa dengan segera T. Nek dikecewakan oleh muluknya janji Pemerintah Hindia Belanda. Namun ia percaya bahwa kekuasaan Belanda akan selalu membantunya. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Islam, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Malam, Manusia, Nusantara, Pahlawan, Peradaban, Perang, Politik, Puisi, Saga, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi, Tragedi, Wilayah Barat
|
39 Comments
MEREKA YANG BANGKIT (KEMBALI)
Pernahkan anda merasa gagal? Pernahkah anda mempunyai perasaan tidak bisa bangkit kembali? Hal itu dikarenakan anda berada dititik nadir kehidupan anda, maka optimislah dan teruslah berusaha untuk bangkit dan memperbaiki diri. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase
|
Tagged Arab, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Islam, Kampung, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, Manusia, Peradaban, Sejarah, Wilayah Barat
|
12 Comments
PERJALANAN
Paris, 1628 M. Kegelapan malam menyelebunginya. Diatas, bintang-bintang yang rapat terus memancarkan cahaya mereka yang bergemerlapan. Di bawah tak ada makhluk yang bergerak, dan d’Artagnan tidak bisa mendengar apa-apa kecuali angin lembut mengeser bilah-bilah rumput. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
|
Tagged Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, Malam, Manusia, Perempuan, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi, Wilayah Barat
|
54 Comments
LAPORKAN KAWANMU
Kepercayaan adalah sesuatu yang paling bernilai di dunia ini, melebihi uang, kekuasaan atau apapun yang membuat orang-orang dunia saling bunuh sekalipun. Dalam percaya, kita tidak tahu apa yang berharga atau tidak, kita membuangnya. Ia adalah moral dan nilai etis yang tidak mudah dipahami intelektual, akal, atau rasio sekalipun. Continue reading →
Rate this:
CERITA CINTA
Cinta adalah kekonyolan, membuatmu melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan. Hoja tertegun dengan pertanyaanku, “Dapatkah lelaki Muslimin menikahi seorang ahli kitab (Nasrani)?” Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah
|
Tagged Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Mimpi, Nona, Peradaban, Saga, Sastra, Sejarah, Tradisi, Tragedi, Waktu, Wilayah Barat
|
55 Comments
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN EMPAT
Akhirnya aku paham perasaan ayahku, pada saat pertama kali bertemu dengan ibuku. Tiada beda perasaan seorang petani dengan seorang lanun. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Dunia, Durjana, Gelap, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Lanun, Laut, Legenda, Malaikat, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Nona, Nusantara, Pahlawan, Perang, Puisi, Sastra, Sejarah, Tradisi, Wilayah Barat
|
44 Comments
PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH
Sebuah sejarah hitam negeri ini dilupakan dan tinggalkan, ini adalah realita kelam Aceh yang para pelaku sendiri menganggap kisah ini terlalu kelam, revolusi sosial. Perang Cumbok. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir, Reportase
|
Tagged Aceh, Asia Timur, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Lhokseumawe, Manusia, Menulis, Nusantara, Peradaban, Perang, Politik, Sejarah, Sosial, Tradisi, Tragedi, Wilayah Barat
|
91 Comments
GAM CANTOI TIADA
Siapapun yang pernah hidup di Aceh, dan memiliki hubungan keterkaitan dengan Provinsi Aceh pasti mengenal tokoh ini. Gam Cantoi, sebuah sosok karikatur yang hanya menyajikan tiga gambar saja yang gampang diartikan ke kehidupan nyata oleh masyarakat umum. Continue reading →
Rate this:
Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Reportase
|
Tagged Aceh, Banda Aceh, Budaya, Cerita, Drama, Dunia, Durjana, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kota, Laki-laki, Lhokseumawe, logika, Manusia, Menulis, Mimpi, Sejarah, Sosial, Surealis, Tradisi, Waktu, Wilayah Barat
|
102 Comments
DENDANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Seperti ada yang hilang, suasana lepau nasi tanpa dendang Amish Khan. Kelak, semua akan pergi. Maka nikmatilah hari ini, kemarin sebagai kenangan yang indah. Continue reading →