Tag Archives: Puisi

LAUT DAN SENJA

Laut dan senja, kekosongan dan kehampaan mengundang misteri dalam putih sempurna yang sungguh luas, membuat kita merenung, apakah kehidupan di samudera hampa itu dalam waktu yang terus bergulir. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 19 Comments

TELATAH YANG PATAH-PATAH

Selalu hidup adalah hasrat, atau ia menghimbau selayaknya fajar, tiap kali didatangi, ia fana, namun disanalah waktu ditetapkan. Shubuh datang, maghrib menjelang kemudian shubuh lagi, tapi repetisi itu tak terasa rutin, tiap menit, tiap jam, dan tiap hari. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Literature, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

AGAR HIDUP LEBIH TERASA HIDUP

Agar hidup lebih hidup, seharusnya kita tak perlu mempertakuti kematian, akan tetapi selayaknya yang kita takuti adalah tidak pernah berusaha memulai hidup. Ketika mati maka kita sampai pada sebuah titik konstan, stabil dan henti. Hidup bukanlah sesuatu yang ajeg, rapi jali dan nyaman. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments

DENGARLAH SUARA KEMATIAN

Karena itulah aku menyukai masa lalu. Setiap tahun yang berlalu, terus bertambah dalam catatanku. Dengarlah suara kematian, bunyinya seperti pedang yang tajam. Tipis mengiris. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Kolom, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments

MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO

Syair kutindhieng terdengar begitu etnik dan misterius ketika dinyanyikan dalam bentuk lagu, pengucapan sudah tidak dikenali lagi oleh orang Aceh zaman sekarang. Ada yang mengatakan mantra kutindhieng adalah salah satu mantra penjinak harimau. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Literature, Opini, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 34 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TIGA

“Wahai lelaki yang berbau garam, jangan takut!” Ia tersenyum menatapku geli. Gerimis jatuh tepat dihidungku, aku tidak sedang dalam mimpi. Aku juga merasakan angin menampar-nampar pipiku, bahkan aku merasakan gemericik air ditepian telaga. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 28 Comments

MAMPUKAH PUISI MENGUBAH DUNIA

Mereka yang terbiasa dengan kekuasaan dan aturan memang umumnya sulit memahami puisi, benda ajaib yang lahir dengan tak terduga dari hati. Puisi adalah ungkapan perasaan yang sendu, sakit atau terluka. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cuplikan Sejarah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments

DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA

Bersama langit merah mega-mega tenggelam. Sembilu menghentak kemudian membatu. Digugusan pulau jauh ini. Asing, terasing dan semakin asing. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Photography, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , | 7 Comments

PENANTIAN

PENANTIAN. Tak semua warisan adalah bangunan. Tidak setiap kali ada tambatan yang tulus diri kita kini dan sebuah bangunan bersejarah. Jauh atau dekat sebuah peninggalan masa lalu tak ditentukan peta bumi, bahkan tak selamanya ditentukan oleh kronologi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 6 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH SATU

Melalui tabung teropong aku terhenyak menyaksikan tidak kurang dari pada 60 kapal membuang jangkar. Merah-Putih-Biru bendera Belanda berkibar disana, tampaknya armada Belanda ingin mengunci Selat Malaka, menjauhkan Aceh dari bantuan manapun. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 27 Comments