-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA MANDARIN SIMPLIFIED (棵真实存在的树的记忆)
- PERADABAN TANPA TULISAN JILID DUA
- SERUAN MERONG MAHAWANGSA
- SUNGAI KEJAYAAN
- SUNGAI KESETARAAN
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA MANDARIN TRADISIONAL (錯過)
- IBNU KHALDUN PERINTIS ILMU SEJARAH DAN ILMU-ILMU SOSIAL MODERN
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Puisi
PEUCUT KHERKOF SUATU MASA
Dari tombak dan kelewang lelaki perkasa. Atau dari rencong lengan halus perempuan mulia. Kalian-kalian yang dikuburkan ini adalah nista. Continue reading
Posted in Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Puisiku
Tagged Aceh, Banda Aceh, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Indonesia, Kampung, Kota, Legenda, Manusia, Melayu, Nusantara, Pahlawan, Perang, Politik, Puisi, Revolusi, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Syair, Tragedi
11 Comments
SEORANG TANPA NAMA TANPA GELAR
Wajah seorang pencinta harus menyala, berkilau dan berkobar-kobar bagaikan api. Cinta yang sejati tak mengenal resiko yang menyusul kemudian, dengan cinta, baik dan buruk menjadi tiada. Continue reading
JANGAN MENCINTAI LAUTAN
Jangan mencintai lautan, banyak telah tertelan binasa di tubirnya yang dalam. Laut adalah unsur yang sama sekali tanpa kesetiaan. Jangan percaya padanya atau ia akan menghabisimu dengan merendammu. Laut itu gelisah karena cinta. Continue reading
LAUT DAN SENJA
Laut dan senja, kekosongan dan kehampaan mengundang misteri dalam putih sempurna yang sungguh luas, membuat kita merenung, apakah kehidupan di samudera hampa itu dalam waktu yang terus bergulir. Continue reading
DENGARLAH SUARA KEMATIAN
Karena itulah aku menyukai masa lalu. Setiap tahun yang berlalu, terus bertambah dalam catatanku. Dengarlah suara kematian, bunyinya seperti pedang yang tajam. Tipis mengiris. Continue reading