Tag Archives: Malam

MAUT

Maut, hari ini ketika Abu mendapat kabar seorang kerabat dijemput maut. Abu berangan-angan. Tidak bisakah kita sebagai manusia membayangkannya dengan wajah yang ramah? Sosok berbaju putih bersih dan senyum. Dengan tangannya ia merangkul kita yang terpaku dalam gelap, lalu membawa kita dalam cahaya. Maut, entahlah. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN ENAM

Haruskah kukatakan pada anak muda ini bahwa Rum sekarang bukanlah yang dulu, ia sekarang bernama Turki dengan segala penyakitnya, sehingga mustahil membantu Aceh menghadapi Negara Eropa, apalagi jika Britania turut serta. Turki sekarang penakut, kalkun julukan mereka. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 52 Comments

CERITA SEBUAH GUDANG

Hanya sebuah gudang

Dimana setiap sudutnya dihuni serangga

Dimana setiap sisinya dipenuhi kegelapan

Kumuh dan berdebu Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 17 Comments

SEJARAH KEHIDUPAN

Sejarah itu berjalan bersama kehidupan. Tak peduli jalan apa yang telah ditempuh maju kedepan jangan takut, jangan mundur, jangan bersembunyi. Ketika suatu hari nanti tersadar, kita akan melihat jalan terbaik telah dilalui. Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments

MENYERAHKAN NASIB PADA TAKDIR

Hari ini, kupasrahkan diriku pada takdir. Ya, pada takdir. Seperti aliran sungai pelan mengarah pada lautan luas. Aku yang selalu berupaya dan percaya bahwa manusia mampu mengubah aliran takdir. dihari ini mengakui bahwa segenap daya dan upaya tak akan berguna tanpa restu-MU. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , | 11 Comments

BERAKHIR DISINI

Aku akan jujur padamu, karena hanya itulah yang kupunyai. Bahwaku pernah merindukan rumah, dan kecewa mendapati diriku belum saatnya untuk pulang. Aku bersedih mendapati harapan itu hancur. Maka aku juga tak akan berpura-pura bisa memahami perasaanmu. Saat ini biarkanku mengembara dan bahagia dalam pencarian ilmu, itulah hasratku kini. Mohon ikhlaskan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 16 Comments

RINDU YANG MALU-MALU

Manusia perlu diuji dengan berbagai kehilangan. Untuk menyadari bahwa hal yang terasa biasa saat dia sisi kita namun sangat berarti jika ia tak lagi dalam jangkauan. Sebagai makhluk fana sepatutnya manusia juga harus menyadari bahwa kehilangan adalah persiapan dari kehilangan yang lebih besar. Tokh di dunia ini tak ada yang abadi, semua kelak pergi. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , | 7 Comments

PLEDOI IBLIS

Entah syaithan mana yang merasukimu hingga engkau mengancamku? Aku yang terlihat tolol ini bukan tak tahu. Aku hanya merasa tak perlu tahu akan tingkah polah dibelakangku. Ada hal lain yang lebih penting untuk disimpan bergiga kapasitas otakku. Bukan itu, yang menjadi perhatian bagiku. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 22 Comments

WASIAT HANG TUAH

Bersama surat ini hamba titipkan padamu keris Taming Sari, jagalah oleh engkau pusaka buah tangan dari Raja Majapahit, Paduka Brawijaya. Sebagai tanda mata persahabatan dua bangsa, Majapahit dan Melaka. Gunakanlah kepada kemasyuran Nusantara. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 73 Comments

SELAMAT KEMBALI PULANG SAHABAT

Ini kali ketika memandang wajah di cermin, aku bertanya kamu siapa? Apa yang kamu lakukan disini? Apakah ini jalan kembali kebelakang? Ah, tidak mungkin. Dulu kamu memiliki kekuatan dan sekarang tak ada. Waktu itu kamu dijuluki, manusia berkulit merah. Sekarang lihatlah aku, memutih bagai priyayi. Jauh sekali perbedaannya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Comments