-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Malam
MAUT
Maut, hari ini ketika Abu mendapat kabar seorang kerabat dijemput maut. Abu berangan-angan. Tidak bisakah kita sebagai manusia membayangkannya dengan wajah yang ramah? Sosok berbaju putih bersih dan senyum. Dengan tangannya ia merangkul kita yang terpaku dalam gelap, lalu membawa kita dalam cahaya. Maut, entahlah. Continue reading
RISALAH SANG DURJANA BAGIAN ENAM
Haruskah kukatakan pada anak muda ini bahwa Rum sekarang bukanlah yang dulu, ia sekarang bernama Turki dengan segala penyakitnya, sehingga mustahil membantu Aceh menghadapi Negara Eropa, apalagi jika Britania turut serta. Turki sekarang penakut, kalkun julukan mereka. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah
Tagged Aceh, Arab, Bangsa Paringgi, Budaya, Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kota, Laki-laki, Laut, Legenda, Malam, Manusia, Mimpi, Nusantara, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Perang, Politik, Saga, Sejarah, Sosial, Syair, Tradisi, Waktu
52 Comments
CERITA SEBUAH GUDANG
Hanya sebuah gudang
Dimana setiap sudutnya dihuni serangga
Dimana setiap sisinya dipenuhi kegelapan
Kumuh dan berdebu Continue reading
MENYERAHKAN NASIB PADA TAKDIR
Hari ini, kupasrahkan diriku pada takdir. Ya, pada takdir. Seperti aliran sungai pelan mengarah pada lautan luas. Aku yang selalu berupaya dan percaya bahwa manusia mampu mengubah aliran takdir. dihari ini mengakui bahwa segenap daya dan upaya tak akan berguna tanpa restu-MU. Continue reading
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Pengembangan diri, Puisiku
Tagged Cinta, Laki-laki, Malam, Manusia, Mimpi, Puisi, Sastra, Syair
11 Comments
BERAKHIR DISINI
Aku akan jujur padamu, karena hanya itulah yang kupunyai. Bahwaku pernah merindukan rumah, dan kecewa mendapati diriku belum saatnya untuk pulang. Aku bersedih mendapati harapan itu hancur. Maka aku juga tak akan berpura-pura bisa memahami perasaanmu. Saat ini biarkanku mengembara dan bahagia dalam pencarian ilmu, itulah hasratku kini. Mohon ikhlaskan. Continue reading
PLEDOI IBLIS
Entah syaithan mana yang merasukimu hingga engkau mengancamku? Aku yang terlihat tolol ini bukan tak tahu. Aku hanya merasa tak perlu tahu akan tingkah polah dibelakangku. Ada hal lain yang lebih penting untuk disimpan bergiga kapasitas otakku. Bukan itu, yang menjadi perhatian bagiku. Continue reading
WASIAT HANG TUAH
Bersama surat ini hamba titipkan padamu keris Taming Sari, jagalah oleh engkau pusaka buah tangan dari Raja Majapahit, Paduka Brawijaya. Sebagai tanda mata persahabatan dua bangsa, Majapahit dan Melaka. Gunakanlah kepada kemasyuran Nusantara. Continue reading
Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom
Tagged Cerita, Cinta, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Hikmah, Iblis, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Kuno, Laki-laki, Laut, Legenda, Malaikat, Malam, Manusia, Melayu, Metropolis, Mimpi, Nusantara, Pahlawan, Pengembangan, Peradaban, Politik, Saga, Sastra, Sejarah, Sosial, Syair, Tradisi, Waktu
73 Comments
SELAMAT KEMBALI PULANG SAHABAT
Ini kali ketika memandang wajah di cermin, aku bertanya kamu siapa? Apa yang kamu lakukan disini? Apakah ini jalan kembali kebelakang? Ah, tidak mungkin. Dulu kamu memiliki kekuatan dan sekarang tak ada. Waktu itu kamu dijuluki, manusia berkulit merah. Sekarang lihatlah aku, memutih bagai priyayi. Jauh sekali perbedaannya. Continue reading