Tag Archives: Hidup

KURANG ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Ada yang kurang. Kemana lagi Barbarossa bercerita, ia teringat Partner in Crime yang sedang magang ilmu pertabiban dinegeri Selatan Bandar, Tabib Pong. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 31 Comments

PLEDOI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Perjuangan kita bukanlah perjuangan yang bergantung pada seorang perorang, namun bergantung pada kontuinitas organisasi perjuangan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 41 Comments

LINGKARAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Lingkaran hanya akan berulang pada dirinya, sebuah keabadian yang tak abadi. Di situ, pada waktu yang bergerak Assosiasi Budjang Lapok ada. Di lepau nasi mereka ber-repetisi, tokoh-tokoh yang hadir masih dengan langgam yang sama. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 37 Comments

BUKAN MANUSIA ZAMAN INI

“Apa kau mengingat kejadian saat usiamu dua puluh dua? Ada setengah lusin almanak berganti. Disana ada jarak, lembar-lembar kelender silih berganti adalah tanda, waktu berjalan. Apa yang akan kau lakukan saat gagal mewujudkan impian? Menjadi lemah dan beralasakah? Padahal mungkin keadaan tak seburuk yang dipikirkan. Masa depan jelas tak dapat diperkirakan, sebuah hukum mutlak yang perlu dingatkan pada segala zaman. Sekuat apapun engkau mencoba, kau tak akan mampu kembali kemasa lalu. Maka hadapilah masa kini, dengan gagah berani.” Continue reading

Rate this:

Posted in Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

PASRAH

Aku mundur dari medan pertempuran, untuk alasan-alasan yang sekarang pun tak mampu kusarikan dalam kata-kata, aku mendapati diriku menangis, tetapi mungkin karena aku terlalu lelah. Kalau aku tidak ingin menjadi sesuatu yang kubenci, maka lebih baik aku pergi. Aku merasa letih dan ingin sendiri. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

UNDANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Hanya ada satu manusia di bumi yang luas ini, berani melemparkan sebuah undangan sekurang ajar ini!!! Ia yang penuh senyum jahil. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 37 Comments

CIDUK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Seekor kuda masuk kepelataran lepau nasi, segera Laksamana Chen masuk tergopoh-gopoh. “Cepat kabur! Kabur! Ada pencidukan!” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 43 Comments

ODE SEEKOR HARIMAU

Duhai Harimau, bagaimana perasaanmu? Akan kakimu yang dirantai? Engkau bisu. Dada membusung itu kini tiada. Mungkinkah engkau sudah lupa akan harumnya tanah basah dipegunungan yang bertaut pada perdu durian. Pada lezatnya pepaya matang, pada manis landak hutan. Matamu tak mengenal air mata bukan? Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 14 Comments

LALAI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Assosiasi Budjang Lapok enggan melepaskan diri dari itu merupakan kelalaian. Dan sebagaimana  kita tahu bahwa setiap petaka selalu berawal dari sebuah kelalaian. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 38 Comments

POLITIK ABU NAWAS

Abu Nawas terasa begitu akrab. Tiap kali seorang tokoh ditampilkan dengan perkasa, tercipta jarak. Jarak untuk mengangumi dari jauh, berusaha paham dengan arif. Dan untuk itu Abu Nawas hadir menampilkan ironi, membuka pintu menuju arif. Tak heran ia menjangkau siapa saja. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 13 Comments