Tag Archives: Drama

MAKNA NOSTAGIA

Masa lalu tak pernah berdiri sendiri. Andai ia berdiri sendiri, ia tak akan pernah ada. Kita mengingat, dan itu sebenarnya mengaitkan apa yang kita ingat sesuatu yang muncul kembali dalam kepala kita dengan isi kepala yang ada di tubuh kita hari ini. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

JANGAN GOLPUT

Politik dapat diibaratkan sebuah kebusukan yang disajikan indah dalam talam bunga-bunga harum mewangi. Disajikan dalam nyanyian dan puja dan puji namun itu semua tak lebih dari, tak lebih dari sebuah kebusukan yang tersaji indah. Tetap saja busuk. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

CINCIN

Dan aku menyadari jatuh cinta. Bukan lagi jatuh. Aku terjun bebas. Tanpa tali pengaman. Tanpa peduli apa yang menyambutku di dasar sana, kalau memang ada dasarnya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments

LELAKI TUA YANG MISKIN

Aku hanya seorang pria tua yang miskin. Berkeinginan untuk kaya, dan kekayaan yang sebenarnya adalah menerima berbagai sisi tanpa gentar. Segalanya mungkin. Continue reading

Rate this:

Posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah, Mari Berpikir, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

ILUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

“Aku tidak jadi menikah.” Mas Jaim mengaku. Suasana lepau nasi menjadi hening, sejak tahun lalu Mas Jaim sudah berancang mengakhiri masa bujang, semua anggota Assosiasi menyadari itu. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 27 Comments

BATAS ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

“Adakah kalian mengenal Professor Gahul?” Tanya Barbarossa. “Dialah meteor di langit setiap orang. Penuh kesan, tapi dengan cepat melesat hilang.” Analogi Penyair. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments

LELAKI SUNGAI

Cemas, Yudhistira pun pergi menyusul sampai di tepi sungai yang jernih. Ia melihat tubuh dua saudara kandungnya seibu, Bhima dan Arjuna tergeletak. Tak bernyawa. Lalu ia menemukan juga mayat dua adiknya yang lain, Sadewa dan Nakula, Putra Pandhu dari ibu Madrim. Yudhistira terhenyak. Keempat saudaranya mati tanpa bekas pertempuran. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 56 Comments

JARING KAMALANGA

Sang Kamalanga, tak bersuara menangis, tak bersayap terbang, jauhkan diri dari jerat jaringnya, bergigi mengigit, mulut berbisik, mula-mula ia memamah lalu mengunyah, kemudian diam tak berubah. Sang Kamalanga, benda ini makan segalanya. Sang Kamalanga, dan jaring-jaringnya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 51 Comments

MERAJOK ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

“Baik, beta keluar dari Assosiasi Budjang Lapok. Kita sudah tidak sejalan lagi, silahkan melanjutkan organisasi ini sesuai keinginan kalian. Beta berhenti!” Penyair melemparkan koin dan pergi. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 30 Comments

PENYAKIT PEMBAWA KEMATIAN

Manusia tidak punya pengalaman menghadapi masa depan, terkait dengan keberhasilan dan kegagalan sekalipun, ia hanya bisa melihat kejadian apa yang terjadi dibelakang. Itu menjengkelkan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments