Tag Archives: Pahlawan

MEMOAR PANGLIMA POLEM

Teuku Muhammad Ali Panglima Polem menceritakan catatan pengalaman perjuangannya dalam menegakkan perjuangan rakyat Aceh melawan kolonial Belanda. Catatan yang diberi judul “Memoir” ditulis sendiri. Continue reading

Rate this:

Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, E-Book, Kisah-Kisah, Reportase, Review | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 49 Comments

WATAK BERPERANG BANGSA INDONESIA BERBAGAI-BAGAI DAERAH (SUATU PERBANDINGAN)

Watak Berperang Bangsa Indonesia berbagai-bagai daerah (suatu Perbandingan) merupakan terjemahan dari buku K. Van Der Maateen yang berjudul De Indische Oologen (1896) dialih bahasakan oleh Aboe Bakar dan diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh di Banda Aceh tahun 1978. Continue reading

Rate this:

Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Download, E-Book, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN

PT. Pos Indonesia dalam rangka mengenang 100 tahun meninggalnya seorang pahlawan, pejuang wanita yang gagah berani berasal dari Aceh pada tahun 1908. Pejuang wanita ini meninggal dalam pengasingannya, sebuah akhir di tanah sepi di Sumedang, Jawa Barat. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Reportase | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH LIMA

Orang-orang Aceh dalam kehidupan sehari-hari tidak berbeda dengan orang-orang biasa. Mereka tidak meninggikan diri, atau sengaja memperlihatkan lagak, bahwa mereka orang-orang berani. Mereka tetap rendah hati, tidak takabur. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 22 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH EMPAT

Hari dimana dimana aku kehilangan orang yang sangat kuhormati, Sang Singa Aceh, Ibrahim Lamnga wafat pada 29 Juni 1878. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 26 Comments

MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU

Walaupun buku ini sudah ditulis puluhan silam isinya masih tetap hangat dan mengandung ramalan-ramalan politik yang sudah kejadian dan karena itu telah merupakan satu karangan klasik yang membuka tabir pertarungan dan perjuangan politik yang sesungguhnya di Dunia Melayu. Continue reading

Rate this:

Posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Download, E-Book, Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 107 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TIGA

“Wahai lelaki yang berbau garam, jangan takut!” Ia tersenyum menatapku geli. Gerimis jatuh tepat dihidungku, aku tidak sedang dalam mimpi. Aku juga merasakan angin menampar-nampar pipiku, bahkan aku merasakan gemericik air ditepian telaga. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Literature, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 28 Comments

KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI

Malahayati adalah putri Laksamana Mahmud Syah. Kakeknya bernama Muhammad Said Syah, seorang laksamana pula pada Angkatan Laut Kerajaan Aceh. Malahayati lahir tahun 1560, pada masa Sultan Alauddin Riayat Syah al-Qahar memerintah Kerajaan Aceh. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 113 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH DUA

Apakah artinya lelaki? Lumpur menempel di sepatuku setiap kali melangkahkan kaki, kaki ini terasa letih dan pegal sekali. Rasanya tanah sudah mencabut sepatu dari kaki ini. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 28 Comments

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH SATU

Melalui tabung teropong aku terhenyak menyaksikan tidak kurang dari pada 60 kapal membuang jangkar. Merah-Putih-Biru bendera Belanda berkibar disana, tampaknya armada Belanda ingin mengunci Selat Malaka, menjauhkan Aceh dari bantuan manapun. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 27 Comments