Tag Archives: Dara

YANG TERCINTA MALAHAYATI

Kita, aku dan engkau adalah fana. Kelak akan mati, bersamaan atau satu demi satu. Jika itu telah terjadi, disana, tak peduli segenap bidadari, cukuplah engkau bagiku. Malahayatiku. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Comments

EVOLUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

Pernikahan telah berlangsung, Penyair pun menghilang tanpa kabar, suasana lepau nasi begitu lenggang tanpa si “orang aneh”, sepi tanpa orang yang selalu ada. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 22 Comments

ILUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

“Aku tidak jadi menikah.” Mas Jaim mengaku. Suasana lepau nasi menjadi hening, sejak tahun lalu Mas Jaim sudah berancang mengakhiri masa bujang, semua anggota Assosiasi menyadari itu. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 27 Comments

BATAS ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

“Adakah kalian mengenal Professor Gahul?” Tanya Barbarossa. “Dialah meteor di langit setiap orang. Penuh kesan, tapi dengan cepat melesat hilang.” Analogi Penyair. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 9 Comments

JARING KAMALANGA

Sang Kamalanga, tak bersuara menangis, tak bersayap terbang, jauhkan diri dari jerat jaringnya, bergigi mengigit, mulut berbisik, mula-mula ia memamah lalu mengunyah, kemudian diam tak berubah. Sang Kamalanga, benda ini makan segalanya. Sang Kamalanga, dan jaring-jaringnya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 51 Comments

NISBI

Dan (terkadang) kita harus pasrah menerima (beberapa) nasib buruk sebagai takdir. Dan (mungkin) tak ada tafsir kata yang akan tepat berbicara, ketika lidah seolah menolak berkata-kata padahal banyak yang ingin diungkapkan. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 5 Comments

PERJALANAN

Paris, 1628 M. Kegelapan malam menyelebunginya. Diatas, bintang-bintang yang rapat terus memancarkan cahaya mereka yang bergemerlapan. Di bawah tak ada makhluk yang bergerak, dan d’Artagnan tidak bisa mendengar apa-apa kecuali angin lembut mengeser bilah-bilah rumput. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 54 Comments

UNTUKKU

Layaknya jiwa yang rindu dendam dapat menemukan kembali cahaya dalam dirinya. Adakah kebenaran akan hadir di dalam jiwa yang merindukan kehangatan cinta sang api suci? Kemanakah diri mesti mencari, sementara kerinduan ini tiada bertepi? Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , | 8 Comments

CERITA CINTA

Cinta adalah kekonyolan, membuatmu melakukan hal yang seharusnya tidak dilakukan. Hoja tertegun dengan pertanyaanku, “Dapatkah lelaki Muslimin menikahi seorang ahli kitab (Nasrani)?” Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 55 Comments

BAYANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK

“Tapi, di manakah semua orang?” Laksamana Chen mengitari lepau nasi dimana biasanya Assosiasi Budjang Lapok berbual-bual, memandang ke halaman yang begitu rimbun dan berbagai semak yang mengelilinginya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 29 Comments