-
Recent Posts
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA GREENLAND/KALAALLISUT (EQQAAMASSAT DRZZLE-MIK)
- RIWAYAT HIDUP TEUNGKU HAJI AHMAD HASBALLAH INDRAPURI
- YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU
- MEMENTO MORI
- MAHLIGAI KEMASYGULAN
- AMANAH WALI: SELAMATKAN HUTAN ACEH
- TUNTUTAN KALAM
- SENJAKALA KATA
- MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA
- INGATAN SEBATANG POHON ASAM
- BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH
- INFOGRAFIS TSUNAMI ACEH
- POLIFONI BERGERAK MEMENCAR
- CONTOH PUISI CINTA BAHASA PORTUGIS (PERDER)
- DITAMPAR KEBENARAN
- RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA
- NASEHAT KEPADA KAUM MUDA
- PUBLIKASI TESIS: ANALISIS AKAD MUSYARAKAH BANK ACEH SYARIAH DENGAN PT. ALGIBRAN PROPERTY DALAM MEMBANGUN RUMAH BAGI NASABAH DI KOTA LANGSA
- LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG
- SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH
Fans Page
Twitter
My Tweets
Tag Archives: Assosiasi
EVOLUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Pernikahan telah berlangsung, Penyair pun menghilang tanpa kabar, suasana lepau nasi begitu lenggang tanpa si “orang aneh”, sepi tanpa orang yang selalu ada. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom
|
Tagged Assosiasi, Budaya, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Hidup, Hikayat, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Peradaban, Perempuan, Sastra, Sejarah, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
|
22 Comments
ILUSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
“Aku tidak jadi menikah.” Mas Jaim mengaku. Suasana lepau nasi menjadi hening, sejak tahun lalu Mas Jaim sudah berancang mengakhiri masa bujang, semua anggota Assosiasi menyadari itu. Continue reading →
Rate this:
BATAS ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
“Adakah kalian mengenal Professor Gahul?” Tanya Barbarossa. “Dialah meteor di langit setiap orang. Penuh kesan, tapi dengan cepat melesat hilang.” Analogi Penyair. Continue reading →
Rate this:
JAJAK PENDAPAT, ABL TERFAVORIT VERSI PEMBACA
Disini timbul sebuah pertanyaan? Pemeran Assosiasi Budjang Lapok manakah yang paling digemari? Mengapa? Continue reading →
Rate this:
BAYANGAN ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
“Tapi, di manakah semua orang?” Laksamana Chen mengitari lepau nasi dimana biasanya Assosiasi Budjang Lapok berbual-bual, memandang ke halaman yang begitu rimbun dan berbagai semak yang mengelilinginya. Continue reading →
Rate this:
Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Kolom
|
Tagged Assosiasi, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Indonesia, Islam, Kampung, Kembali, Kerajaan Lama, Kota, Laki-laki, Legenda, logika, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Peradaban, Saga, Sastra, Tradisi, Waktu
|
29 Comments
KEGUNCANGAN FILOSOFIS
Di dalam sejarah, di luar surga, manusia harus siap kecewa, tapi mensyukuri apa yang fana. Kehidupan bukanlah berupa dongeng yang indah, dimana dalam sebuah pembebasan para tokoh Protagonis tak selamanya berhati murni dan memiliki akhlak mulia. Continue reading →
Rate this:
Posted in Kolom, Mari Berpikir, Puisiku
|
Tagged Assosiasi, Bujang, Cerita, Cinta, Dara, Drama, Dunia, Durjana, Gelap, Hidup, Hikayat, Kampung, Kembali, Kota, Laki-laki, logika, Malam, Manusia, Menulis, Mimpi, Nona, Pengembangan, Puisi, Saga, Sastra, Sosial, Surealis, Syair, Tradisi, Waktu
|
4 Comments
MEMORI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Apa yang terjadi di masa lalu? Pasti ada banyak cerita, bukankah setiap orang memiliki satu dua cerita yang tak akan di bagi dengan orang lain. Continue reading →
Rate this:
ALIANSI ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Belakangan ini percakapan semakin padat berisi, secara sadar ataupun tidak mereka melakukan tindakan illegal, re-group ABL menjadi Aliansi, dan itu adalah tindakan berbahaya! Continue reading →
Rate this:
ENIGMA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Semua akan pergi memilih jalan masing-masing untuk menjalani hidupnya sendiri-sendiri. Begitu juga teman yang lain. Bukan berpisah tapi memulai perjalanan baru. Continue reading →
Rate this:
PERKASA ASSOSIASI BUDJANG LAPOK
Padahal ini adalah sebuah sebuah pernikahan dan bukanlah sebuah pemakaman. Sekelompok orang tua ternyata bisa sekanak-kanak itu, apa kata dunia? Continue reading →