Arsip Tag: Sejarah

HAK ATAS WAKTU

Waktu berjalan perlahan dalam lintasan yang lurus, pasti dan terukur. Bersama itu ada catatan yang telah tertulis, ingatan yang membawa kenangan atas kebenaran dan kesalahan yang telah terjadi. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH TUJUH

Ada juga setan berwajah tanpa dosa, yang tak sungkan memilih berbagai cara untuk menggapai tujuan hasratnya. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 15 Komentar

MENGUNCI MALAM

Malam merupakan penjara bagi sebagian orang, banyak di antara mereka saat itu berada di tempat tidurnya masing-masing, belum tidur masih melek. Terkunci di rumah masing-masing. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Opini, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Komentar

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH ENAM

Kita manusia hanya hidup sementara, di antara kerlip bintang kemudian hilang. Hidup mulia atau mati syahid. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 16 Komentar

WABAH MANUSIA

Akhirnya wabah berakhir, tak ada nyanyian malam itu. Banyaknya kematian melampaui semua kesedihan. Di bumi ini sudah membekas luka lama sekali akibat perbuatan manusia. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Meninggalkan komentar

SUNYI

Sebuah malam yang sunyi tanpa suara kita memanggil tuhan dalam sentuhan rindu, dan berharap tangan-Nya merangkul, mengharap yang suci hadir, sebagaimana Nabi Muhammad di gua Hira’. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Puisiku | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 4 Komentar

DIMANA LETAK ISTANA KERAJAAN ACEH DARUD DONYA

Melalui penghancuran Istana Daruddonya Belanda ingin menghapus identitas orang Aceh, menjadi manusia baru yang tidak kenal siapa nenek moyangnya, tidak kenal asal usulnya dan merasa rendah diri dihadapan mereka. Sebagai bangsa yang jumawa, Belanda sempat mengabadikan beberapa foto. Bahkan untuk keperluan perang mereka sempat membuat peta, tanpa mereka sadari ini membantu ketika kita ingin merekonstruksi kembali letak istana Daroddonya. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, History, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Komentar

LOKASI ISTANA KERAJAAN ACEH DULU DAN SEKARANG

Menurut catatan-catatan asing Kesultanan Aceh Darussalam dahulu memiliki istana yang sangat gemilang, Daruddonya yang kemasyhurannya tercatat dalam tinta emas. Namun sekarang istana tersebut seolah tidak memiliki jejak sama sekali hari ini. Dimanakah Istana itu dahulu pernah berdiri? Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 16 Komentar

BERBAGAI BAHASA DAERAH DI ACEH

Bahasa-bahasa di Aceh seperti bahasa-bahasa lain di Indonesia termasuk rumpun bahasa Austronesia. Daerah Aceh dikenal beberapa bahasa dari suku bangsa yang sama jumlahnya dengan adat-istiadat. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kolom, Mari Berpikir, Pengembangan diri, Reportase | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 16 Komentar

APA SEBAB RAKYAT ACEH SANGGUP BERPERANG PULUHAN TAHUN MELAWAN AGRESSI BELANDA

Hikayat Prang Sabi sebagai media dakwah yang sanggup membangkitkan semangat perang dan jihad fi Sabilil-lah orang Aceh untuk melawan para serdadu Belanda, dipandang oleh pimpinan Hindia Belanda sebagai senjata yang sangat berbahaya, sehingga dilarang membaca, menyimpan dan mengedarkannya. Baca lebih lanjut

Beri peringkat:

Dipublikasi di Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, E-Book, History, Kisah-Kisah, Kolom, Reportase, Review | Tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 24 Komentar