Tag Archives: Hikayat

SENJAKALA KATA

Pernah ada masa buku-buku menjadi sumber hikmat yang tak pernah ada habisnya, hikmat di dalamnya menjadi perbendaharaan yang tak pernah habis dibelanjakan, kekayaan yang tak akan rusak maupun habis karena diberi-berikan. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

MENJAWAB POLEMIK MAKAM TANDINGAN SYEKH ABDUR RAUF AS-SINGKILI ATAU TENGKU SYIAH KUALA

Terdapat dua makam Syekh Abdur Rauf As-Singkili yang masing-masing diyakini sebagai makam sebenarnya. Satu berada di Syiah Kuala kota Banda Aceh dan satunya lagi di Aceh Singkil. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan dimanakah makam yang sebenarnya? Berikut penelitian kepustakaan yang dilakukan penulis. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

INGATAN SEBATANG POHON ASAM

Syair ini sebagai pengingat bagi setiap anak laki-laki, bahwa ayahmulah adalah satu-satunya manusia di muka bumi yang memiliki keinginan yang kuat, untuk melihatmu menjadi seorang laki-laki yang LEBIH BAIK dari dirinya. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Puisiku | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 1 Comment

BAGAIMANA MENGELOLA HARTA MENURUT HIKAYAT KALILAH WA DIMNAH

Hikayat Kalilah Wa Dimnah ditulis seorang pintar dari bangsa Hindu dalam bahasa sanskerta antara 1 abad sebelum Masehi bernama Baidaba atas titah Maharaja Dabsyalim yang memerintah di negeri Hindustan setelah negera ini dibebaskan dari penyerbuan oleh Alexander Agung dari Macedonia. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah, Kisah-Kisah, Kolom, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

RAJA ZALIM DAN MENTERI-MENTERI CELAKA

Maka sesungguhnya perjuangan manusia melawan kekuasaan menindas adalah sebagaimana perjuangan ingatan melawan lupa. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Kisah-Kisah, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

LEUMOH HUKOM DIATOE LEE PANGKAT LEUMOH TANOH KEUBUE MEUKUBANG

Bansa Aceh kon urueng nyang hana ilme baten, kon lagee aneuk manok jeut diparoh le meuruwa. Urueng Chik tanyoe jiteupu pajan raja zalim ek ateuh singgasana, indatu tanyoe tem suet nyawong keu ridha Allah. Continue reading

Rate this:

Posted in Mari Berpikir | Tagged , , , , , | Leave a comment

SEJARAH BENTUK DAN FILOSOFI RUMAH ACEH

Rumah Adat Aceh merupakan hasil budaya ribuan tahun. Menurut hikayat Rumah Aceh dahulunya adalah perahu yang dibalik untuk dijadikan rumah yaitu ketika tibanya dinasti Mante ke Aceh. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir | Tagged , , , , , , , , , , , , , , | 2 Comments

MASIHKAH ORANG ACEH BERJIWA PENYAIR

Pada masa lalu orang Aceh sebagaimana orang Arab adalah suatu suku banga penyair, memiliki pembawaan, lebih dapat merasakan kata-kata bersajak, dalam ucapan maupun kalimat biasa. Bangsa Arab pada masa jahiliyah maupun bangsa Aceh sebelum Islam, ketika mengungkapkan perasaan dalam kata-kata, bersajak sedemikian lancarnya, sebagaimana mereka berbicara biasa. Continue reading

Rate this:

Posted in Cuplikan Sejarah, Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

HIKAYAT SEJARAH ASAL MULA RENCONG

Kerajaan Mante pernah diserang oleh ribuan kelelawar besar sehingga mengakibatkan banyak rakyat yang meninggal. Pada suatu hari seorang pandai besi membuat sebilah sikin (pisau) yang dinamakan rencong runcing bergagang. Lalu dengan dengan alat-alat itulah ketika keluang-keluang (kelelawar besar) menyerang maka akan ditikam oleh rakyat. Continue reading

Rate this:

Posted in Cerita, Cuplikan Sejarah | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

DI BAWAH NAUNGAN LENTERA

Ketika aku belia betapa terkesima membaca kitab Rihlah karya Ibnu Bathutah bahwa dia berlayar ke Quanzhou menumpang kapal dagang milik Sultan Malik Az-Zahir dari Kesultanan Samudera Pasai. Membaca uraian Ibnu Bathutah bahwa di sana bendera Kesultanan Samudera Pasai berkibar pada Kapal-kapal dagang dari Pasai memenuhi Bandar yang dijuluki “Zaitun” oleh pedagang Arab itu membuat aku semakin terkesima. Continue reading

Rate this:

Posted in Kolom, Mari Berpikir, Opini | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 3 Comments