BAGAIMANA CARA CEMBURU YANG BAIK DAN BENAR

Cemburu menurut kebudayaan Barat diawali oleh mistos Oedipus

BAGAIMANA CARA CEMBURU YANG BAIK DAN BENAR

Julius Caesar dan Benjamin Franklin tidak pernah cemburu. Namun setiap orang pasti pernah merasakan cemburu.

Mari kita mulai dengan membedakan iri dan cemburu. Iri berarti kita ingin memiliki milik orang lain. Misalnya, kita iri Karena teman mempunyai iphone terbaru yang mahal. Cemburu adalah rasa takut kehilangan seseorang atau sesuatu. Pada cemburu selalu ada orang ketiga yang mengancam hubungan antar dua orang.

Apakah cemburu merupakan bawaan atau muncul dalam keadaan terjepit, tidak ada jawaban pasti. Pada manusia rasa cemburu memiliki perbedaan corak. Orang Somalia (kuno), misalnya, terkenal sebagai suku paling cemburu di dunia. Sampai abad lalu ada kebiasaan menusuk bibir kelamin gadis untuk mencegah hubungan seksual. Sabuk anti seks yang dikenakan wanita muda abad pertengahan kalau pahlawannya pergi perang, juga merupakan ungkapan sejenis.

Sabuk anti seks yang dikenakan wanita muda abad pertengahan kalau pahlawannya pergi perang, juga merupakan ungkapan kecemburuan.

Pada kebanyakan suku, atau wilayah, perzinahan dihukum dengan keras. Sebaliknya, ada suku yang kelihatannya tidak memiliki rasa cemburu. Penduduk kepulauan Marquises menganggap kata cemburu kekanak-kanakan, di situ ada kebiasaan menawarkan istri sebagai penghargaan. Biarpun begitu, di tempat itu kadang-kadang timbul juga ledakan cemburu, biasanya kalau orang sedang mabuk.

Cemburu merupakan rasa yang menimbulkan emosi kuat. Cemburu sering disebut sebagai “pukulan yang menghancurkan”. Cemburu bisa mendorong seseorang melakukan yang kurang pantas bahkan bisa menyebabkan gelap mata dan membuat orang menjadi pembunuh. Hal ini disebut crime passionelle.

Anehnya, di banyak tempat, pria membunuh istrinya karena cemburu. Menurut Sigmund Freud ada empat ciri cemburu:

  1. Rasa sedih dan sakit;
  2. Rasa bangga yang terluka;
  3. Rasa permusuhan terhadap lawan;
  4. Rasa percaya diri yang terluka;

Kisah Oedipus

Menurut Freud, akar cemburu terkait dengan Oedipus complex, pikiran dasar psikoanalisa. Diangkat dari cerita mitos Yunani Oedipus, putra raja Laios dan Lokaste. Perkawinan Laios dan Lokaste lama tidak mempunyai anak dan ketika mereka bertanya pada Orakel dari Delphi, ternyata ia memang akan mendapat seorang putra, tetapi ia harus rela dibunuh oleh anaknya sendiri.

Pasangan itu kaget mendengar ramalan Orakel, ketika Oedipus lahir, ia dibuang ke pegunungan. Seorang gembala yang seharusnya melakukan tugas itu merasa kasihan, dan membawanya ke istana Korinthe, tempat Oedipus dibesarkan oleh Polybos dan Merope.

Setelah dewasa, Oedipus mendengar dari seorang pemabuk bahwa Polybos dan Merope bukanlah orang tua kandungnya. Ia kaget dan bertanya kepada Orakel dari Dephi. Orakel tidak menjawab, ia hanya mengatakan: “Kamu akan menjadi pembunuh ayah Kamu dan Kamu akan menikah dengan ibu kandung sendiri, keturunan kamu akan celaka.”

Oedipus tetap yakin bahwa Polybos dan Merope adalah orang tua kandungnya, ia kemudian mengambil keputusan melarikan diri. Ia sering bertengkar kalau ada kenderaan lain yang mendahuluinya. Suatu ketika, tanpa pikir panjang Oedipus membunuh semua penumpang dalam sebuah kenderaan. Ia tidak tahu bahwa satu penumpang adalah raja Laios, ayahnya sendiri.

Waktu itu Thebe sedang diserang monster mengerikan, sfinx bersayap. Segera dibuat sayembara bahwa siapapun yang bisa membebaskan Thebe dari sfinx akan menikah dengan janda raja, Lokaste. Oedipus menerima tantangan itu, melalui teka-teki ia berhasil membuat sfinx putus asa, dan masuk jurang.

Oedipus tidak tahu, ia menikah dengan Lokaste dan mereka dikaruniai empat orang anak. Semua berjalan lancar sampai Thebe dilanda wabah pes. Seorang peramal buta dari Teiresas, mengisahkan bahwa malapetaka itu merupakan hukuman bagi Oedipus yang membunuh ayahnya dan menikahi ibunya. Akhir hidup mereka memang tragis, Lokaste menggantung diri dan Oedipus mencungkil matanya sendiri dan mengembara.

Tidak ada mitos yang begitu mempengaruhi cara berpikir abad kedua puluh seperti Oedipus. Bagi Freud, mitos itu sendiri bukan hanya tabu bagi incest, tetapi juga cikal bakal rasa cemburu. Sekarang teori atau ide Freud dianggap terlalu aneh tentunya.

Cemburu adalah Fitrah Manusia

Sebenarnya cemburu merupakan fitrah manusia, bersifat netral dan diharapkan dapat melindungi harga diri, cinta kasih keluarga atau untuk melindungi dari pencemaran citra dan beberepa sikap yang melampaui batas. Cemburu yang menunjukkan begitu sayang dan cinta tulus seseorang pada pasangannya, dan tidak ingin jatuh dari kenistaan, adalah cemburu yang diperbolehkan dalam Islam, bahkan dianjurkan.

Aku ingin, dia adalah satu-satunya yang aku cintai seumur hidupku, aku akan berusaha memberikan yang terbaik dari diriku untuknya, sampai hari dimana aku akan meninggalkan dunia ini.

Bahkan jika seseorang sama sekali tidak ada rasa cemburu pada pasangannya sama sekali dan membiarkan apapun terjadi, itu bisa dikatakan tidak peduli atau tidak cinta, bahkan cenderung membiarkan kerusakan terjadi dalam keluarganya. Cemburu demikian bisa dikatakan cemburu romantis, menunjukkan betapa cintanya pasangan dengan menunjukkan kecemburuan secara santun, tidak berlebih-lebihan.

Cemburu Buta, Cemburu Berbahaya

Cemburu yang berlebihan dan tidak pada porsinya. Pada akhirnya cemburu yang demikian ini bukan lagi menunjukkan rasa cinta, namun rasa egois semata. Cemburu demikian ini sangat menyiksa kedua-keduanya, karena setiap hari adanya hanya berprasangka buruk, menuduh dan pada akhirnya bisa terjadi hal-hal negatif. Seperti pemasungan kreativitas, tidak boleh bekerja, membatasi pertemanan walau itu rekanan bisnis penting, bahkan sampai melukai secara fisik maupun psikis.

Cemburu yang demikian sangat dilarang dalam Islam jika cemburu itu bersifat merugikan, merusak bahkan bisa menyebabkan pertengkaran dan permusuhan. Bahkan dari beberapa kejadian, banyak hal buruk dari hubungan suami istri menyebabkan mereka bercerai, permusuhan dan saling menuduh juga memfitnah gara-gara dibakar api cemburu yang berlebihan tanpa melihat kejadian sebenarnya.

Bagaimana sebenarnya cemburu yang baik dan benar?

Islam agama yang santun, membungkus sesuatu perkara manusia dengan sangat indah. Bahkan perkara cemburupun, dianjurkan jika dalam porsi yang benar, mencegah kenistaan dan maksiat, menunjukan rasa cinta kasih suami istri, menambah hangat, dan harmonis hubungan rumah tangga.

Sampaikan rasa cemburu dalam bentuk yang cerdas, romantis lagi menyenangkan. Karena pada dasarnya seseorang ingin mengukur seberapa besar cinta pasangan itu memang salah satunya ditampakkan dengan cemburu.

Cemburulah karena Allah S.W.T, karena itu halal dan dianjurkan.

Beberapa Kisah Hikmah yang lain:

  1. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009
  2. Menegakkan Keadilan; 3 November 2009;
  3. Menelusuri Sejarah Perang Salib; 30 April 2010;
  4. Andalusia Sayup-Sayup Suaramu Sampai; 23 September 2010;
  5. Nun; 3 Desember 2014;
  6. Persahabatan Kambing Dan Serigala; 19 Desember 2014;
  7. Pesan Kepada Penguasa; 17 Januari 2015;
  8. Bagaimana Mengubah Timah Hitam Menjadi Emas; 11 April 2015;
  9. Ramadhan Dan Relativitas; 27 Juni 2015;
  10. Khusyuk; 14 Juli 2015;
  11. Ibrahim; 20 September 2015;
  12. Ismail; 9 September 2016;
  13. Idul Fitri Dan Hukum Tekanan Pascal; 25 Juni 2017;
  14. Pohon Kekekalan; 4 November 2017;
  15. Bagaimana Cara Cemburu Yang Baik dan Benar; 28 November 2017;

 

Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Asal Usil, Kolom, Pengembangan diri and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

One Response to BAGAIMANA CARA CEMBURU YANG BAIK DAN BENAR

  1. Pingback: RINDU KAMI PADAMU YA RASUL | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s