SERUAN MERONG MAHAWANGSA

Ketika armada Rom yang dipimpin Merong Mahawangsa berlayar mendekati wilayah perairan Nusantara, Burung Geruda datang menyerang bahtera mereka secara bertubi-tubi. Merong Mahawangsa bertarung mati-matian menggunakan kesaktiannya (termasuk melepaskan anak panah sakti bernama Ayunan) untuk melindungi Putera Raja Rom dan mempertahankan armada mereka dari kehancuran. (Sumber: Hikayat Merong Mahawangsa)

SERUAN MERONG MAHAWANGSA

Wahai orangnya Langkasuka, sekalian suku dengarkanlah kata-kataku! Sudah banyak purnama tapi guruda menconteng arang di muka kita, memarutkan hati, mencantas tangan dan kaki.

Iya, hamba raja kamu semua. Tapi untuk hari ini, hamba serupa macam tuan hamba semua. Darah yang mengalir sama merahnya sama pekatnya. Kita bernafas pada angin yang sama. Bumi yang kini dipijak, langit yang kita junjung. Semuanya hak kita dan anak cucu kita.

Hari ini mungkin ada yang tak akan kembali, ramai. Atau mungkin semua sekali akan rebah ke bumi. Tapi apa gunanya hidup lama, kalau tidak bebas dan merdeka dari budak berandal guruda. Sampai bila anak dara dan turunan kita, mahu dijadikan mangsa rakusnya lanun celaka.

Iya, kita berjuang akan merampas kembali tunangannya putera dari Rom ini. Tapi bukan itu sahaja sebabnya, kita juga akan merampas marwah kita. Daulatnya Langkasuka bukan sahaja daulat hamba tapi daulat tanah kita semua.

Hamba lebih rela mati dari hidup sebagai abdi. Hamba kepada ketakutan dan keganasan binatang-binatang itu, demi marwah dan kesejahteraan negara. Marilah bersama kita tebas petualang bangsa. Serang!

Beberapa cerita terakhir:

  1. Harlequin Dan Pohon Harapan; 30 Oktober 2016;
  2. Permufakatan Para Burung; 5 Januari 2017;
  3. Kepada Cinta Yang Berumur Seminggu; 13 April 2017
  4. Senja Di Malaka; 14 Juni 2017;
  5. Mengecoh Sang Raja; 17 Oktober 2017;
  6. Wawancara Dengan Sang Iblis; 1 Januari 2018;
  7. Legenda Gajah Putih; 12 Januari 2018;
  8. Genderang Pulang Sang Rajawali; 22 Februari 2018;
  9. Kisah Menteri Jaringan Melawan Kapitalisme Amerika; 17 Desember 2018;
  10. Legenda Naga Sabang; 29 Mei 2020;
  11. Legenda Gunung Geurutee; 1 Juni 2020;
  12. Abu Nawas Menasehati Raja; 2 Juni 2020;
  13. Akhir Riwayat Sang Durjana; 25 Maret 2021;
  14. Hikayat Meurah Silu; 6 Juni 2021;
  15. Raja Dekat Tuhan Jauh; 3 Agustus 2021;
Unknown's avatar

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cerita, Kisah-Kisah and tagged , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply