WATAK BERPERANG BANGSA INDONESIA BERBAGAI-BAGAI DAERAH (SUATU PERBANDINGAN)

WATAK BERPERANG BANGSA INDONESIA BERBAGAI-BAGAI DAERAH (SUATU PERBANDINGAN)

Watak Berperang Bangsa Indonesia berbagai-bagai daerah (suatu Perbandingan) merupakan terjemahan dari buku K. Van Der Maateen yang berjudul De Indische Oologen (1896) dialih bahasakan oleh Aboe Bakar dan diterbitkan oleh Pusat Dokumentasi dan Informasi Aceh di Banda Aceh tahun 1978.

COVER WATAK BERPERANG BANGSA INDONESIA BERBAGAI DAERAH Terjemahan dari De Indische Oologen oleh K. Van Der Maaten ALIH BAHASA Aboe Bakar Aceh

Free download Watak Berperang Bangsa Indonesia berbagai-bagai daerah (suatu Perbandingan)

WATAK BERPERANG BANGSA INDONESIA BERBAGAI DAERAH Terjemahan dari De Indische Oologen oleh K. Van Der Maaten ALIH BAHASA Aboe Bakar Aceh

Dimana ada penjajahan atau penindasan disana pula ada perjuangan melawan penjajahan dan penindasaran itu. Perjuangan yang dilakukan dapat terwujud dalam berbagai bentuk. Ada perjuangan yang berlangsung singkat dan ada pula yang berlangsung sampai berpuluh tahun lamanya. Perjuangan yang dilakukan berbagai daerah untuk menentang kolonial Belanda mempunyai kesamaan tujuan tapi mempunyai perbedaaan dalam watak perang itu sendiri.

Van Der Maateen menulis bahwa perang di Nusantara ada yang berakhir dengan tewas atau tertangkapnya kepala jiwa pemberontakan itu seperti yang terjadi berakhir peperangan tersebut sebagaimana terjadi di Jawa, Palembang, Sulawesi Selatan sehingga tidak dapat disebut sebagai peperangan rakyat.

Perang Diponegoro (1825-1830)

Perang Paderi 1821-1837

Perang Diponegoro awalnya merupakan peperangan rakyat, tapi menjelang babak akhir telah kehilangan wataknya sebagai “peperangan rakyat” sehingga banyak rakyat Jawa yang memihak kepada Belanda. Begitupun dengan Perang Paderi dimana watak peperangan rakyat hanya berpusat di Bonjol dan wilayah yang berdekatan letaknya. Sedang peperangan di Kalimantan disebut oleh K. Van Der Maateen sebagai peperangan gerombolan semata.

Peperangan rakyat yang menjadi contoh adalah peperangan di Aceh. Dalam peperangan itu Belanda harus berhadapan dengan seluruh rakyat Aceh Besar kecuali Meuraksa (berpihak kepada belanda) dan sebahagian negeri-negeri pesisir Timur dan Barat (yang segera takluk kepada Belanda).

Pada awal perang Aceh, Aceh Besar merupakan daerah yang dimana setiap lelaki, wanita, anak-anak menjadi musuh Belanda, semua karena keyakinan agama dan benci kepada kafir. Perlawanan kepada Jenderal Pel, kemudian menurun pada masa Jenderal Van Der Heijden tapi kemudian peperangan Aceh kembali kepada wataknya sebagai peperangan rakyat.’

Sebaliknya K. Van Der Maateen menyatakan bahwa pemimpin perang orang Aceh seperti Nyak Hasan, Teuku Umar, Teuku Husen, Teuku Ali Pagar Ayer telah menjalankan perang bergerombolan.

Buku ini merupakan buku baku yang harus dipahami oleh para calon perwira angkatan perang Belanda yang akan bertugas di Indonesia (Hindia Belanda waktu itu). Buku ini adalaha hasil karangan penulis Belanda yang dialihbahasakan ke bahasa Indonesia, maka sangat mungkin ada uraian yang tidak dapat diterima dalam buku ini selaku bangsa yang telah merdeka.

Teuku Umar dan gerombolannya adalah watak pejuang yang paling dibenci oleh Belanda. Belum pernah dalam sejarah penjajahan Belanda ditipu oleh seorang pribumi sebagaimana dilakukan oleh Teuku Umar.

Meskipun begitu buku ini dapat menambah sumber pengetahuan kita dalam mempelajari dan mendalami sejarah perjuangan Nasional Indonesia dalam menentang penjajahan Belanda.

Katalog free download e-Books :

  1. PERANG ACEH Kisah Kegagalan Snouck Hurgronje; Penulis Paul Van ‘t Veer; Cetakan Pertama 1985; Percetakan PT Temprint; Penerbit PT. Grafiti Pers; Jakarta.
  2. ACEH DI MATA KOLONIALIS; Penulis Dr. C. Snouck Hurgronje; Cetakan Pertama 1985; Penerbit Yayasan Soko Guru; Jakarta.
  3. Nasihat-nasihat C. Souck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya Kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936; Dirangkum oleh E. Gobee dan C. Adriaanse; Penerjemah Sukarsi; Seri Khusus INIS Jilid I-XI; Jakarta: INIS, 1990.
  4. ACEH SEPANJANG ABAD Jilid Pertama dan Kedua Direvisi dan Diperlengkap; Penulis H. Mohammad Said; Diterbitkan oleh P.T. Percetakan dan Penerbitan Waspada; Medan; 1981.
  5. PERANG DI JALAN ALLAH Perang Aceh 1873-1912; oleh Ibrahim Alfian; Cetakan Pertama 1987; Penerbit PT New Aqua Press; Jakarta.
  6. ACEH DAERAH MODAL Long March Ke Medan Area; Oleh Tgk. A.K. Jakobi; Diterbitkan oleh Yayasan “Seulawah RI-001” Jalan Bunga Rampai VII/252 Malaka Jaya, Jakarta Timur 13460; Dicetak oleh P.T. Yudha Gama Corporation; Cetakan Pertama; Jakarta 09.09.1992.
  7. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU; oleh A. Hasjmy; Penerbit Bulan Bintang, Jakarta; Cetakan Pertama, 1977.
  8. KERAJAAN ACEH Jaman Sultan Iskandar Muda (1607-1636); oleh Denys Lombard; Diterjemahkan oleh Winarsih Arifin; Penerbit Balai Pustaka; Jakarta; 1991.
  9. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH; oleh Abdullah Hussain; Penerbit Balai Pustaka; Jakarta; Cetakan Pertama; 1990.
  10. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH : Abad ke-13 Sampai Awal Abad ke-16; Oleh Muhammad Gade Ismail; Penyunting Susanto Zuhdi; Koreksi Sejarah Soejanto; Diterbitkan oleh Proyek Inventarisasi dan Dokumentasi Sejarah Nasional; Jakarta; 1993; Dicetak oleh CV. Manggala Bhakti.
  11. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH; Oleh T. Ibrahim Alfian; Proyek Rehabilitasi dan Perluasan Museum Daerah Istimewa Aceh; 1979.
  12. ATJEH MENDAKWA (Pidato pembelaan yang diucapkan didepan Pengadilan Negeri Sigli, 12 September 1963) oleh Thaib Adamy; Penerbit Comite PKI Atjeh; tahun 1964.
  13. TARICH ATJEH DAN NUSANTARA; oleh H.M. Zainuddin; Jilid 1; Cetakan Pertama; Penerbit Pustaka ISKANDAR MUDA Medan Jalan Amaliun nomor 14 A; Tahun 1961.
  14. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK : KASUS DARUL ISLAM ACEH; oleh Nazaruddin Sjamsuddin; Penerbit Pustaka Utama Grafiti; Cetakan pertama; 1990; Percetakan PT. Temprint; Jakarta.
  15. THE PRICE OF FREEDOM: The Unfinished Diary of Tengku Hasan di Tiro; Published by; National Liberation Front of Acheh Sumatra; 1984.
  16. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH; Pengantar dan link download sejumlah 31 filehikayat berbentuk e-book.
  17. MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU; oleh Tengku Hasan Muhammad Tiro; Cetakan ketiga; 1984.
Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Buku, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Download, E-Book, Mari Berpikir, Opini and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.