TUANKU ABDUL HAMID

Duta besar pertama kerajaan di Asia Tenggara kepada bangsa-bangsa Eropa. (The first ambassador of the kingdom in Southeast Asia to the Europeans).

TUANKU ABDUL HAMID

Duta besar pertama kerajaan di Asia Tenggara kepada bangsa-bangsa Eropa. (The first ambassador of the kingdom in Southeast Asia to the Europeans).

Bahasa Indonesia:

Prestasi gemilang diplomasi internasional Aceh terjadi pada Abad ke 16-17. Pengeran Maurits pendiri dinasti Oranje meminta bantuan Kesultanan Aceh Darussalam, sultan menyambut baik dengan dengan mengirimkan utusannya dari Aceh ke Belanda. Para utusan dipimpin oleh Tuanku Abdul Hamid, Sri Muhammad, Laksamana Aceh, dan Mir Hasan sebagai anggota. Mereka dikenal sebagai orang Asia Tenggara pertama yang singgah di Belanda dan Aceh menjadi kerajaan pertama yang mengakui kedaulatan Belanda setelah bebas dari Spanyol.

Tuanku Abdul Hamid sakit dan meninggal dunia pada 10 Agustus 1602 di Amsterdam, pada nisannya di Midlleburg tertulis : Disini dimakamkan Abdul Hamid, kepala delegasi dari Sultan Alauddin Riayat Syah, Lillah Fil Alam. Utusan yang menemui Yang Mulia Prints Maurits dengan dua kapal Zeeuw, yang telah merampas kapal perang Portugis.

Tulisan selengkapnya di Kesultanan Aceh Negara Berdaulat Pertama Yang Mengakui Kemerdekaan Republik Belanda Dari Kerajaan Spanyol Di Tahun 1602.

English:

The glorious achievements of Aceh’s international diplomacy took place in the 16th-17th century. Prince Maurits the founder of the Oranje dynasty requested the assistance of the Sultan Darussalam Sultanate, the Sultan welcomed it by sending his envoys from Aceh to the Netherlands. The envoys are led by Tuanku Abdul Hamid, Sri Muhammad, Laksamana Aceh, and Mir Hasan as members. They were known as the first Southeast Asians to come to the Netherlands and Aceh became the first kingdom to recognize Dutch sovereignty after being free from Spain.

Tuanku Abdul Hamid was sick and died on August 10, 1602, in Amsterdam, on his headstone in Middleburg written: Here is buried, Abdul Hamid, head of the delegation of Sultan Alauddin Riayat Shah, Lillah Fil Alam. The ambassador who met His Majesty Prints Maurits with two Zeeuw ships, who had seized a Portuguese warship.

More article in Aceh The First Sovereign Country To Recognizing The Independence Of The Netherlands.

Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Photography and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to TUANKU ABDUL HAMID

  1. Pingback: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  2. Pingback: ACEH THE FIRST SOVEREIGN COUNTRY TO RECOGNIZING THE INDEPENDENCE OF THE NETHERLANDS | Tengkuputeh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s