Advertisements

Tengkuputeh

I love words, I have fallen into the joy of writing them
Perlu waktu lama untuk menjadi muda, perlu jiwa yang besar untuk menikmati hidup. Poker Face.

POKER FACE

Tidak semua pertanyaan menjadikan kita lebih pintar. Ketika semua seolah semakin menjauhi rencana. Pernahkan menyadari bahwa apa yang terjadi hari ini adalah dari rangkaian kejadian yang pernah dialami.

Sering, apa yang direncanakan berbeda dengan kenyataan. Hal-hal seperti apa dan akan jadi apa. Samar sebelum hal itu terjadi namun akan jelas apabila berlalu. Jalan kebaikan yang panjang dan melelahkan akan dihancurkan oleh kegagalan sesaat. Dengan jatuh kita memahami makna makna bangkit, dan hanya mereka yang tangguh mampu menghadapinya.

Pernahkah kita menyadari betapa rapuhnya sebuah kehidupan? Satu hantaman akan mengakhirinya. Apabila dibayangkan betapa sulitnya menjaganya bertahun-tahun hingga hari ini. Mungkin takdir, bahwa manusia hari ini menguasai bumi. Sosok makhluk yang tak sekuat ciptaan lainnya mampu menyingkirkan segenap hewan terbuas.

Paradoks, bertentangan dengan apa yang ada. Betapa semakin berkuasa maka manusia menjadi makin lemah. Tahun berganti dengan tahun, ada banyak pertanyaan dalam hidup. Hanya keikhlasan yang mampu mengalahkan segalanya. Ikhlas menjalani setiap kekalahan dan kemenangan. Ikhlas mendapati ada banyak pertanyaan yang belum terjawab meski usia terus bertambah.

Dan ketika merasa tak berdaya ternyata sekali lagi kita harus menyerahkan segalanya pada waktu. Ya aktu akan menyembuhkan luka dan mendewasakan kita, namun sayangnya waktu tak akan pernah kembali. Ia terus melaju dan kadang mengilasmu.

Perlu waktu lama untuk menjadi muda, perlu jiwa yang besar untuk menikmati hidup. Dan mereka yang memiliki Poker Face-lah yang biasanya beruntung. Atau setidaknya kita anggap begitu.

XXXXXXXXXXXXX

Advertisements
Advertisements

8 thoughts on “POKER FACE

Leave a Reply

%d bloggers like this: