YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU

 

Jika kamu terlalu lama menatap jurang maka jurang juga akan lama menatapmu. Puncak gunung Mata Ie Aceh Besar 22 Februari 2026 pukul 18.02 WIB.

YANG DIKALAHKAN OLEH NAFSU

Jika seseorang tak mampu mengendalikan hawa nafsunya, maka ia tak layak diikuti.

XXX

Awal Ramadhan ini (tahun 2026), selepas shalat taraweh, di sebuah warung kopi Abu bertemu dengan seorang cucu cendikiawan ternama di Aceh, kakek beliau telah berpulang ke rahmatullah pada tahun 1999, dan meninggalkan sebuah museum dan banyak kitab-kitab kuno kepada keturunannya. Awalnya, Abu terlebih dahulu melihat beliau, menyalami dan sekedar berbasa-basi.

Sekitar tahun 2020 Abu mengetahui di museum tersebut terdapat kitab Bustanussalatin (Taman Raja Raja karangan Hamzah Fansuri) dan meminta izin melihat, pada saat itu beliau dengan halus menolak, sehubungan dengan kitab kuno tersebut telah rapuh. Disertai alasan bahwa di tahun 2005 ada beberapa peneliti dari Jepang pernah melihat kitab-kitab yang ada pada museum, oleh beliau diizinkan, mereka pun mengambil foto terhadap beberapa manuskrip langka yang ada di museum tersebut. Situasi di Aceh saat itu masih sangat kacau, bencana tsunami baru saja terjadi. Belakangan sekitar tahun 2007, diketahui bahwa foto-foto terhadap manuskrip itu telah beredar di internet tanpa sepengetahuan pewaris sah dokumen tersebut, merasa dikhianati dan dikecewakan, menyebabkan sejak hari itu akses ke manuskrip-manuskrip langka milik kakek beliau ditutup. Waktu itu, Ketika mendengar penjelasan beliau, Abu memahami dan memilih tidak meneliti lagi kitab tersebut. Hari-hari kemudian berjalan sebagaimana biasanya, akhir tahun 2020 Abu dimutasi ke Langsa dan awal 2024 kembali ke Banda Aceh.

Malam itu dalam perbincangan yang singkat, sebelum Abu pindah ke meja kopi teman-teman sendiri beliau menyampaikan kekecewaannya terhadap berkembangnya narasi yang salah tentang sejarah (terutama Aceh) diberbagai media sosial, beberapa malah berupa konten artificial intelligence yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Beliau bahkan merasa kewalahan menjawab beberapa pertanyaan sejarah yang merendahkan logika, dan berharap Abu untuk membantu menjelaskan kepada orang-orang tentang kesalahpahaman sejarah mengingat Abu beberapa kali menuliskan konten sejarah, dan menurut beliau Abu memliki kompetensi.

Abu terdiam, belakangan ini sebenarnya sedang mempertimbangkan untuk tidak memperpanjang domain tengkuputeh.com (sekitar 114 usd pertahun), walaupun blog ini awalnya dimulai tahun 2008 (postingan pertama 15 Februari 2008) namun masih menggunakan domain gratisan yaitu tengkuputeh.wordpress.com baru di tahun 2017 menjadi tengkuputeh.com (berbayar), tahun demi tahun berjalan dan volume tulisan Abu semakin menurun dari waktu ke waktu.

Abu kemudian menjawab kepada beliau, untuk saat ini Abu merasa kelelahan dengan pekerjaan utama, serta fokus lain yang hendak dicapai. Dari mata beliau tersorot kekecewaan, tapi bagaimana Abu tidak mungkin memenuhi ekspektasi semua orang, kemudian Abu pamit dan duduk bersama teman-teman lain.

Ramadhan tahun ini Abu mencoba membiasakan diri jogging ke gunung dekat rumah menjelang berbuka, hal ini dilakukan karena pada tahun 2026 ini berat badan mencapai All Time High (ATH) yaitu 91 kilogram, dengan tinggi badan yang hanya 164 centimeter tentunya hal ini sangat tidak ideal, alias obesitas. Abu berpikir jika Ramadhan tidak berubah maka tidak akan ada lagi momentum perubahan, ke depan Abu akan semakin membengkak jika tidak berusaha melakukan upaya olahraga.

Dalam lari-lari pelan mendekati jalan Abu memakai headset saat mendaki gunung, mendengarkan banyak podcast-podcast seraya berolah raga. Betapa dunia telah berubah sangat banyak, sebegitu hebatnya generasi-generasi baru di dunia multimedia seperti Ferry Irwandi dkk (Malaka Project), Raymond Chin (Escape) dan lain-lain. Bahkan di Escape, Abu mendengarkan Felix Siaw menjadi sosok yang berbeda Ketika Abu pertama sekali membaca dan mengenali beliau sekitar tahun 2006, secara ideologi semakin kukuh dan dalam penyampaian semakin lembut. Dunia tak lagi sama ketika blog ini awalnya berdiri di tahun 2008. Sangat dinamis, dan semakin banyak orang hebat bermunculan. Dahulu bacaan blog adalah alternatif informasi berkualitas, hari ini audio visual pun bisa berkualitas, dahulu tidak bisa karena televisi masih mendominasi, pilihan tidak terlalu banyak dan kuota terlalu mahal dan lambat, juara tahun-tahun tersebut adalah Telkomnet Instan dengan kecepatan maksimal 56 Kbps (Kilobits per second), bayangkan di tahun 2026 Telkomset Speedy paket standar minimalnya adalah 50 Mbps (Megabits per second), dengan index kenaikan 892.86 kali lipat. Luar biasa, ada banyak pilihan lebih berkualitas, media lebih baik, bisa didengar sembari olah raga seperti yang Abu lakukan, wajar sehingga pembaca dan traffic blog tengkuputeh.com semakin hari semakin kecil, ditambah lagi Abu jarang menulis.

Di puncak gunung sayup-sayup Abu mendengar ustad Felix Siaw memberikan pesan di podcast escape. Kira-kira begini, Umar bin Khattab tidak menyukai orang yang gemuk, karena masalah bagi seseorang biasanya di awali di perut, maka bagaimana bisa mengikuti orang yang gemuk, bahkan dia sendiri telah dikalahkan oleh hawa nafsunya untuk terus makan. Abu tertampar sekaligus tertawa, Abu berdoa semoga kata-kata ini memecut untuk lebih bersemangat lagi berolahraga, semoga Abu bisa konsisten. Amin.

Jika dipikir-pikir, dibandingkan segara kelebihan di tahun 2026 ini dibandingkan tahun 2008 (ketika blog ini pertama kali muncul), Abu merasakan di tahun 2008 lebih optimis, dunia lebih baik, dan para pemimpin dunia agak lebih sopan. Tahun 2026 ini, politikus seperti tidak tahu malu, berkata seenaknya dan tidak ada yang berani mengkoreksi, kecil sekali kelompok sosial yang berani menyampaikan kritik terhadap mereka. Donald Trump (Saat ini Presiden Amerika Serikat) misalnya; pagi, siang dan malam semua akan beda isinya, yang sama adalah kepongahannya. Bandingkan dengan Barrack Obama (Presiden Amerika tahun 2008), ucapannya, tindakannya, pola komunikasinya jelas kelasnya berbeda.

Abu mengingat-ingat menjelang keruntuhan Khalifah Abbasiyah, zaman keemasan Islam. Polanya agak-agak sama, Imam Ahmad bin Hanbal (Imam Hambali) ditahan dan disiksa karena menolak Al-Quran adalah makhluk. Suara intektual dibungkam, yang bergema di Lorong-lorong kota Baghdad adalah kritik berupa syair komedi dari Abu Nawas. Jika semua elemen telah dibungkam dan yang tertinggal adalah pelawak, sepertinya akhir sudah dekat. Lonceng kematian sudah berbunyi, pada akhirnya kita hanya bisa menangisi kehancurannya.

Akh, Abu terlalu sentimental. Terlepas dari segala kekalahan dan kegagalan yang Abu terima dalam hidup ini, hanya ingin mengucapkan selamat ulang tahun kepada blog tengkuputeh.com ke-18 (delapan belas tahun) sebuah waktu yang lumayan Panjang, harapan minimal dari Abu adalah semoga bisa bertambah kuantitas dan kualitas tulisan didalamnya, dan mampu bertahan setidaknya sampai ulang tahun ke-20, tokh pada akhirnya kita semua hilang ditelan sejarah.

Lihat |Postingan Pertama|

“Adakalanya, masa lalu memanggil, bukan karena ia membawa kabar baru serta bermakna, melainkan karena sanubari merindukan sesuatu rasa yang pernah ada. Masa lalu bukan untuk memenjarakan Langkah, ia berakhir juga karena alasan. Maka sematkanlah dalam ingatan, babak baru bermula karena alasan, segala hikmah pernah ada seharusnya menempa untuk menjadi lebih dewasa.”

XXX

Baca juga: KISAH KISAH PETUALANGAN SI ABU

Unknown's avatar

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Kisah-Kisah, Mari Berpikir and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.