PARA ULEEBALANG RAJA KECIL DI ACEH DARI MASA KESULTANAN SAMPAI REVOLUSI SOSIAL (1512-1946)

Sultan Aceh dihadapkan ke Gubernur Jenderal

Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah (nomor ketiga dari kanan membelangi kamera) selaku Sultan Aceh terakhir (Masa memerintah 1873-1903) setelah ditangkap dihadapkan pada Gubernur Militer Sipil Aceh, Johannes Van Heutsz (nomor satu dari kanan menghadap kamera) menjabat 1898-1903. kelak Van Heutsz menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Menjabat 1904-1909), foto diambil pada pendopo Gubernur Kutaradja (Banda Aceh sekarang). Untuk menghinakan Sultan Aceh dia tidak diizinkan mengenakan sepatu dan Belanda menyebutnya sebagai “Sultan pura-pura” dalam uraian foto. Sumber KITLV.

Sultan Alaiddin Muhammad Daudsyah (nomor ketiga dari kanan membelangi kamera) selaku Sultan Aceh terakhir (Masa memerintah 1873-1903) setelah ditangkap dihadapkan pada Gubernur Militer Sipil Aceh, Johannes Van Heutsz (nomor satu dari kanan menghadap kamera) menjabat 1898-1903. kelak Van Heutsz menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda (Menjabat 1904-1909), foto diambil pada pendopo Gubernur Kutaradja (Banda Aceh sekarang). Untuk menghinakan Sultan Aceh dia tidak diizinkan mengenakan sepatu dan Belanda menyebutnya sebagai “Sultan pura-pura” dalam uraian foto. Sumber KITLV.

Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.