PLEDOI IBLIS JILID DUA

Lawan bukanlah musuh, dan manusia, makhluk yang bermain, tak usah malu untuk tak senantiasa bersungguh-sungguh.

PLEDOI IBLIS JILID DUA

Entah syaithan mana yang merasukimu hingga engkau mengancamku? Aku yang terlihat tolol ini bukan tak tahu. Aku hanya merasa tak perlu tahu akan tingkah polah dibelakangku. Ada hal lain yang lebih penting untuk disimpan bermega terra kapasitas otakku. Bukan itu, yang menjadi perhatian bagiku.

Kuberitahu sebuah rahasia. Tiada Iblis yang bertaubat walau tuhan dengan Maha Pengasih dan Maha Penyayang membuka pintu itu sampai hari penghakiman. Namun seorang penghulu malaikat bernama Kana’an pernah berkhianat dan memilih menjadi Iblis.

Dan tahukah kamu? Ada banyak malaikat yang diciptakan, mulai dari Jibril hingga Mikail. Namun ketahuilah satu hal pasti hanya ada satu iblis. Maka apa urusan kau harus menggetarkanku dengan ancaman yang belum berusia ribuan tahun, bahkan yang terkuat di semesta kubantah.

Meminjam kalam, satu hal yang ingin kukatakan dalam pledoi ini, Katakan pada yang menguasaimu, ancaman itu tak menggetarkanku. Tangan-tanganmu tak akan pernah bisa menyentuhku. Tahu kenapa? Karena aku tak memiliki harapan. Dan sesuatu yang tak memiliki harapan juga tak memiliki ketakutan.

Jika engkau memang bernyali, coba tatap mataku. Dan ulangi kata-katamu.

xxxxx

CeritaDuniaDurjanaGelapHikayatIblisIslamLaki-lakiLegendaMalaikatMalamManusiaSastraSejarahSurealisSyairTradisi
Comments ( 19 )
Add Comment