SURGA

Dimana penglihatan gagal, bumi bisa memberi kabar

SURGA

Sebenarnya aku, seperti juga para leluhurku.

Sama seperti semua orang juga.

Menginginkan surga, yang diriwayatkan dipenuhi kebun-kebun besar.

Dialiri oleh sungai-sungai susu, dipenuhi bidadari.

 

Namun, suara batinku menjerit.

Menghina dan meracau, bisakah engkau?

Durjana buduk tak tahu diri, haus akan nafsu duniawi.

Menikmati diam-diam setiap basah-kuyup dipelabuhan biru.

 

Sebenarnya aku, bukan seperti disangka.

Sama seperti semua orang juga.

Memiliki nafsu angkara, namun aku tak kuasa menahannya.

Menceburkan diri dalam godaan-godaan tak berbatas.

 

Tak lebih dari selangkangan berkurap ini.

Pernah dengan tegas menolaknya, menghina pengagumnya.

Akan tetapi hari ini merasa gusar, cemas dan takut.

Malu-malu merindukannya, surga.

 

Bait Al Hikmah, 8 Sya’ban 1434 H (bersamaan 17 Juni 2013)

 

Maka tidaklah bagus merenungkan terlalu kesalahan masa lalu. Jika kita tidak bisa saling memaafkan apa yang telah dilakukan masing-masing kita, tak akan ada perdamaian antara kita.

CeritaDuniaIslamManusiaMimpiPuisiSastraSurealisSyair
Comments ( 11 )
Add Comment