DI TEPIAN PANTAI PULAU BUNTA
Bersama langit merah mega-mega tenggelam
Sembilu menghentak kemudian membatu
Digugusan pulau jauh ini
Asing, terasing dan semakin asing
Debur-debur ombak sejenak menyapu kegundahan
Sejenak kulupakan rasa rinduku
Sepoi-sepoi angin mengalun lembut dipipiku
Sebentar merampas kegalauan
Tapi kemudian, rindu kian menghujam
Duduk termenung menghayati hidup
Jiwa yang haus nan sepi ini
Tak sanggup menahan lebih dari satu hari lagi

