Site icon Tengkuputeh

KEHIDUPAN YANG TERKADANG PARADOKS

Hidup terkadang adalah paradok

KEHIDUPAN YANG TERKADANG PARADOKS

Kehidupan terkadang paradoks, penuh dengan pertentangan. Sebagai contoh, Radovan Karadzid semula adalah seorang penyair, seharusnya berperasaan lembut malah ketika berpolitik dan berkuasa menebarkan kebencian rasial yang membuat puluhan ribu muslim Bosnia tewas dalam sebuah tindakan terkutuk bukti kebiadaban manusia bernama genocida. Ia menjadi idola bagi nasionalis Serbia tapi dibenci diseluh dunia.

Penampilan luar sungguh menipu, kehalusan budi bisa saja sebuah topeng. Sebaliknya penampilan kumal bukan berarti tak berilmu, bersikap keras juga bukan berarti kasar. Manusia berubah begitupun zaman, kebaikan hari ini bukan berarti besok berarti sama.

Masa depan tak pernah pasti, musuh dan teman sulit dibedakan, pendapat manusia sekarang bisa berubah 180 derajat besok. Seperti batas tipis antara cinta dan benci.Ketika kejujuran hanya menjadi bahan tertawaan, ketika kepolosan dianggap kebodohan, ketika kesopanan dianggap tindakan hipokrasi sungguh hidup seperti jalan penuh duri penuh liku dan sarat cemooh.

Keras dalam prinsip, lembut dalam perkataan, sopan dalam perbuatan adalah sesuatu yang ingin diusung dalam menghadapi hidup. Menyadari bahwa setiap musuh akan mencatat ini untuk dijadikan bahan untuk menjatuhkan dimasa depan, juga sadar bahwa semua teman akan mengingat untuk menertawakan apabila tidak seperti itu. Untuk itu bantulah untuk bisa manusia yang seperti itu, dengan dukungan atau cacian sekalipun.

Seperti nikmat tawa tak akan bermakna tanpa adanya tangis didunia. Ketulusan hati tak akan berarti tanpa pahitnya pengkhianatan. Ingatkan seandainya jika melupakan hal itu, karena saat ini adalah orang yang percaya, setiap kekuatan bisa menjadi kelemahan dan setiap kelemahan dapat menjadi kekuatan.Kenapa? Karena kehidupan terkadang paradoks.

Catatan ini dibuat untuk diri sendiri, sebagai pengingat sebuah tujuan, sebagai tulisan untuk kelak dibaca kembali. Tindakan berdasarkan sebuah kesimpulan bahwa otak manusia memiliki kemampuan mengingat terbatas dan membutuhkan arsip sebagai memory kolektif perenungan seorang anak manusia dimasa lalu, sekarang dan nanti dimasa depan.

“Tak ada jalan memutar bagi seorang lelaki, maju atau mundur. Ketika telah menetapkan langkah maka jangan menoleh kebelakang. Singkirkan ruang untuk sebuah penyesalan, meski kegagalan membayang ingatlah saat itu tak ada peluang mengulang.”

Beberapa Renungan Lainnya:

  1. Raja Hati Vs Perdana Menteri Otak; 3 Agustus 2008
  2. Hari yang Indah; 4 Agustus 2008
  3. Bidadari Fakta atau Fiksi; 12 September 2008
  4. Tafsir Sang Penafsir; 19 September 2008
  5. Pahamilah Apakah Hidup Dalam Diri Manusia; 22 September 2008
  6. Topeng; 9 Oktober 2008
  7. Hanyalah Seorang Hamba; 20 November 2008;
  8. Terima Kasih Telah Menolakku Kemarin; 24 November 2008;
  9. Melebihi Keangkuhan Iblis; 5 Desember 2008;
  10. Malam Yang Tertaklukkan; 10 Desember 2008;
  11. Tuhan Izinkan Hamba Untuk Tidak Jatuh Cinta; 13 Januari 2009;
  12. Menjadi Seseorang; 27 Januari 2009;
  13. Kehidupan Yang Terkadang Paradoks; 30 Januari 2009;
  14. Hantu; 20 Februari 2009;
  15. Kekuatan Syair; 3 Maret 2009;
Exit mobile version