Browsing tag

Tragedi

SUNGAI KEJAYAAN

  SUNGAI KEJAYAAN   Sungai Aceh mengalir deras ke utara, airnya bisakah menjadi cermin? Ombak menghanyutkan para pahlawan Benar salah, sukses gagal, sirna dalam sekejap Gunung Seulawah tetap berdiri, pasaknya bisakah menjadi tongkat?|1|   Berapa kali senja merah? Jarak antara … Continue reading →

MAHLIGAI KEMASYGULAN

MAHLIGAI KEMASYGULAN Dua ratus tahun dari sekarang bumi telah dipenuhi oleh manusia-manusia baru, kita semua telah lama mati. Orang-orang asing akan mengisi ruang yang (pernah) kita huni, tanpa mereka tahu kita pernah hadir di situ.   Bisa jadi makam kita … Continue reading →

DI BAWAH NAUNGAN LENTERA

Ketika aku belia betapa terkesima membaca kitab Rihlah karya Ibnu Bathutah bahwa dia berlayar ke Quanzhou menumpang kapal dagang milik Sultan Malik Az-Zahir dari Kesultanan Samudera Pasai. Membaca uraian Ibnu Bathutah bahwa di sana bendera Kesultanan Samudera Pasai berkibar pada Kapal-kapal dagang dari Pasai memenuhi Bandar yang dijuluki “Zaitun” oleh pedagang Arab itu membuat aku semakin terkesima. Continue reading →

PROSA ALAM GAYO LUES

Puncak Ise-Ise, Gayo Lues tengah tahun 2022. Hari masih pagi, kabut mengantung di depan, di antara pepohonan di bawah dan melayang atas tepi-tepi jurang yang hijau. Disana, dalam jam-jam tenang dan sejuk setelah sang fajar naik sepenggalah, hujan rintik-rintik sudah sedari tadi menyiram pelan-pelan. Sejauh pandang mata yang dapat dituju, yang terlihat adalah bayang-bayang berkabut. Continue reading →

ACEH YANG DILUPAKAN

Mereka-mereka yang memuji kita (sekarang) dapatlah dimaafkan selama mereka tidak tahu apa yang mereka omongkan. Orang-orang Aceh telah kehilangan keperkasaan, kecerdasan, (bahkan) kehormatan. Bendera, adat, bahkan sejarah! Semuanya (sudah) tidak ada. Continue reading →