Browsing tag

Asmara

KEMBALI PADA KEKASIH

Desir-desir angin di pegunungan akan kujahit menjadi pakaian tidurmu
Bahwa bintang kejora akan kupetik menjadi mutiara di dadamu
Akan kutarik bulan purnama menjadi pelita menyuluhi rindu Continue reading →

DERITA

Hidup (dan) sejarah adalah perjalanan penderitaan, dunia ini adalah cobaan yang tak pernah habis. (Mungkin) ia merasakan dirinya telah menjadi cobaan bagi orang lain. Demi memperoleh ketenangan hidup, dia berniat melupakan semua yang pernah dilakukannya. Tapi, itu tidak bisa dimaafkan. Continue reading →

RISALAH SANG DURJANA BAGIAN DUA PULUH DELAPAN

Apakah ada hak menyerang bangsa lain? Sebelum Belanda datang kami hidup aman sentosa. Tiba-tiba Belanda mengerahkan serdadu-serdadu mereka untuk merampas harta benda kami, membakar sawah-sawah dan membunuh ternak-ternak kami. Apa hak mereka? Mengepung kami dengan ketidakadilan, dengan bedil, meriam serta kapal besi mereka? Aku membenci Belanda namun bersamaan dengan itu, aku juga membenci diriku, karena aku tak bisa berbuat apa-apa. Continue reading →

TERIMA KASIH TELAH MENOLAKKU KEMARIN

Terimakasih telah menolakku kemarin, untung aku tak pernah mencaci apalagi membencimu. Karena itu hari ini aku tak pernah menyesal walau harus menanggung malu yang sekarang berubah menjadi sebuah kebanggaan di dadaku. Kukukuhkan hati mencegah rasa cinta menjadi benci. Lingkaran dendam tak seharusnya terjadi antara kita. Continue reading →