TSUNAMI

 

Kondisi Masjid Raya Baiturrahman saat tsunami (2004)

Kondisi Masjid Raya Baiturrahman saat tsunami (2004)

TSUNAMI

26 Desember 2004, antara pukul delapan dan lewat lima belas menit, perantah gemetar, keramik berjatuhan. Ia berjalan keluar rumah dan melihat orang bertakbir di jalan dan gang-gang kecil, tak lama terbunyi suara ledakan. Dalam tempo hitungan menit. “Laut datang!” terdengar orang-orang memekik.

Gulungan gelombang setinggi lima belas meter menggodam kota tepi pantai itu dengan ganas, gempa melontarkan tsunami ke daratan. Kemudian air datang kembali ke laut, ribuan bangkai terapung, terangkut, lenyap atau tersangkut di bumi.

Ketika berpuluh ribu orang tewas dan beratus ribu kehilangan, ketika gempa dan gelombang pasang menghancurkan mendadak kehidupan, kita pun bertanya : kenapa? Ada berpuluh-puluh “kenapa”, sebab kata itu mempunyai endapan, berasal dari bermacam-macam zaman, tiap kali bergeser. Sebab ia sudah diucapkan oleh para nenek moyang kita yang masih hidup dengan rasa ngeri, terkesima, dan bingung mendengar petir yang menyambar pohon tinggi, membakar hutan, dan membinasakan manusia. Syahdan, mereka lari bersembunyi ke gua-gua. Tapi tetap gentar.

Ketika tsunami Aceh datang, saya masih akan menuju usia 21 tahun. Dengan rasa ingin tahu menuju mendekati pusat bencana, setengah jam setelah itu. Saya pernah mendengar tsunami, sebuah bencana khas Jepang yang tidak diketahui bagaimana bentuknya, dan masih tak paham hari itu adalah tsunami. Bersama seorang teman kami melintasi jalan Teuku Umar, penuh reruntuhan tiga puluh menit setelah gelombang, bus-bus kurnia bagai mainan terlempar, tersangkut di pohon. Motor kami beberapa kali harus diangkat melewati puing dan tiang listrik yang berjatuhan. Mayit-mayit tertahan di lorong-lorong terhalang oleh deretan toko. Sampai di ujung jalan, simpang jam. Saya melihat momen yang tak terlupakan, mayit-mayit segar yang ditutup Koran, jika ditutup kepala terlihat kakinya. Saya menangis ketika melihat di kaki itu ada rumput segar, persis seperti sehabis bermain sepakbola, ada sehelai rumput menempel di situ. Di tubuh seseorang yang sejam lalu masih bernyawa.

Tak lama kemudian, ada yang berteriak dari arah Ulee Lheu, “Air datang!” Kami pun panik, teman saya ingin menuju Masjid Raya, saya katakan jangan, arah ke taman sari terlalu banyak puing dan tak aman, lebih baik ke Peuniti yang jalannya kering. Menyusuri Neusu kami sampai di rumah. Kejadian itu membekas, karena kami melihat dalam proses melarikan diri tersebut kami melihat wajah manusia. Ketika terjepit, ada beberapa tabrakan.

Kami tidak pernah tahu, apakah memang air datang kembali. Atau hanya isu belaka, tapi momen nyaris mati itu membuat teman saya marah, karena saya yang mengajaknya melihat kota, mengapa tak di rumah saja? Karena kampung kami hanya terkena hempasan terakhir sisa-sisa gelombang tersebut.

Waktu tsunami berlalu bilangan hari, saya melihat ke jalanan. Mobil-mobil bercat putih dengan tulisan UN datang, mobil pickup dengan logo sebuah organisasi dari Republik Czek, Helikopter Inggris, Jeep aneh petak-petak desain Rusia, sampai Jietai Jepang. Orang lain berdatangan dari segala penjuru, apa arti orang lain itu, apa gerangan Aceh bagi mereka? Apa arti geografi dan sejarah, juga makna tapal batas, suatu rekaan yang begitu sering diperebutkan dan dibanggakan?

Dunia datang, dunia menolong. Ada terima kasih yang tak akan habis kepada siapapun yang pernah tergugah oleh kesengsaraan manusia dan tahu ada hal yang tak terjelaskan oleh sebab besar.

Diakui atau tidak, dibalik kata “kenapa”, setelah tsunami Aceh di akhir tahun 2004, tersembunyi endapan “kenapa” yang purba, ketika saya hampir setahun kemudian di sebuah angkot di kota Medan, mendengar dua orang ibu-ibu bercakap-cakap tentang tsunami Aceh, ketika seseorang di antara mereka mengatakan bahwa bencana alam itu adalah hukuman Tuhan, saya hanya terdiam seraya berkata dalam hati, kurang ajar. Jika saja mereka tahu, bahwa berkata seperti itu di depan seseorang yang nyaris musnah keturunan dari pihak ibu. Tapi sudahlah, kesedihan mengalahkan kemarahan pada hari itu.

Tentang tsunami, mungkin kita cukup puas dengan penjelasan sejumlah pakar geologi. Tentang kenapa anak-anak itu yang harus cacat dan mati, bukan para koruptor yang membangun istana dengan kejahatan, bukan pula para pengkhotbah yang mengutuk “Azab!” di atas mereka yang sengsara, kita tak mungkin tak bisa lain. Kita harus lebih adil dan pengasih ketimbang mereka, dan Tuhan yang mereka bela.

XXX

Artikel lain tentang sejarah Aceh:

  1. PEREMPUAN ACEH FULL POWER 4 AGUSTUS 2008
  2. MENYUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH 6 DESEMBER 2008
  3. TEUKU UMAR PAHLAWAN 11 FEBRUARI 2011
  4. FILOSOFI GOB 10 OKTOBER 2011
  5. KEBENARAN YANG SAMAR 28 FEBRUARI 2013
  6. PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947)  18 JUNI 2013
  7. GAM CANTOI TIADA 30 MARET 2013
  8. TSUNAMI 26 DESEMBER 2015
  9. PERADABAN TANPA TULISAN 25 FEBRUARI 2016
  10. SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 4 NOVEMBER 2016
  11. PARA PENYEBAR KEBOHONGAN 13 NOVEMBER 2016
  12. MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA 17 APRIL 2017
  13. SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH 24 APRIL 2017
  14. EMAS, KAFIR DAN MAUT 20 APRIL 2017
  15. MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN 5 MEI 2017
  16. OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA 7 MEI 2017
  17. MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA 15 MEI 2017
  18. SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT 6 JUNI 2017
  19. KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 18 MEI 2017
  20. SENJA DI MALAKA 14 JUNI 2017
  21. KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA 4 JULI 2017
  22. HIKAYAT SUKU MANTE 5 JULI 2017
  23. TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA 30 JULI 2017
  24. ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH 1 AGUSTUS 2017
  25. MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA 6 AGUSTUS 2017
  26. PERANG ACEH, KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE 7 AGUSTUS 2017
  27. ACEH DI MATA KOLONIALIS 8 AGUSTUS 2017
  28. MELUKIS SEJARAH 10 AGUSTUS 2017
  29. NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE SEMASA KEPEGAWAIANNYA KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA 1889-1936 14 AGUSTUS 2017
  30. ACEH SEPANJANG ABAD 16 AGUSTUS 2017
  31. PERANG DI JALAN ALLAH 30 AGUSTUS 2017
  32. ACEH DAERAH MODAL 7 SEPTEMBER 2017
  33. 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU 12 SEPTEMBER 2017
  34. KERAJAAN ACEH PADA JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1609-1636) 13 SEPTEMBER 2017
  35. PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH 14 SEPTEMBER 2017
  36. PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH 17 SEPTEMBER 2017
  37. MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH 19 SEPTEMBER 2017
  38. ACEH MENDAKWA 21 SEPTEMBER 2017
  39. MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH 6 OKTOBER 2017
  40. BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH 8 OKTOBER 2017
  41. EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH 15 OKTOBER 2017
  42. AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH 16 OKTOBER 2017
  43. TARIKH ACEH DAN NUSANTARA 29 OKTOBER 2017
  44. PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH 11 NOVEMBER 2017
  45. PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH 17 NOVEMBER 2017
  46. TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH 19 NOVEMBER 2017
  47. KOPRS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA 8 DESEMBER 2017
  48. HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH 16 DESEMBER 2017;
  49. LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH; 12 JANUARI 2018;
  50. SECANGKIR KOPI DARI ACEH; 22 JANUARI 2018;
  51. ACEH PUNGO (ACEH GILA); 8 FEBRUARI 2018;

Tentang tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
Pos ini dipublikasikan di Cerita, Cuplikan Sejarah, Data dan Fakta, Kisah-Kisah, Kolom, Literature, Mari Berpikir, Opini, Pengembangan diri, Reportase dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

111 Balasan ke TSUNAMI

  1. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  2. Ping balik: MENYELUSURI JEJAK DARA PORTUGIS DI ACEH | Tengkuputeh

  3. Ping balik: TEUKU UMAR PAHLAWAN | Tengkuputeh

  4. Ping balik: FILOSOFI GOB | Tengkuputeh

  5. Ping balik: KEBENARAN YANG SAMAR | Tengkuputeh

  6. Ping balik: ASAL MUASAL BUDAYA KOPI DI ACEH | Tengkuputeh

  7. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | Tengkuputeh

  8. Ping balik: SENJA DI MALAKA | Tengkuputeh

  9. Ping balik: MENGUNJUNGI PAMERAN BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM DI ASIA TENGGARA | Tengkuputeh

  10. Ping balik: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  11. Ping balik: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  12. Ping balik: PARA PENYEBAR KEBOHONGAN | Tengkuputeh

  13. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  14. Ping balik: SAMUDERA PASAI SEBAGAI TITIK TOLAK ISLAM DI ASIA TENGGARA, SEBUAH UPAYA MELAWAN PSEUDO SEJARAH | Tengkuputeh

  15. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  16. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  17. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | Tengkuputeh

  18. Ping balik: PERADABAN TANPA TULISAN | Tengkuputeh

  19. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO KEPADA RESIDEN VAN LANGEN AGAR TERCAPAI PERDAMAIAN DALAM PERANG ACEH MAKA BELANDA HARUS MEMELUK AGAMA ISLAM DI TAHUN 1885 | Tengkuputeh

  20. Ping balik: ACEH DI MATA KOLONIALIS | Tengkuputeh

  21. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  22. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  23. Ping balik: MELUKIS SEJARAH | Tengkuputeh

  24. Ping balik: ACEH SEPANJANG ABAD | Tengkuputeh

  25. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | Tengkuputeh

  26. Ping balik: EMAS, KAFIR DAN MAUT | Tengkuputeh

  27. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | Tengkuputeh

  28. Ping balik: GAM CANTOI TIADA | Tengkuputeh

  29. Ping balik: MENGENAL LEBIH DEKAT POCUT BAREN | Tengkuputeh

  30. Ping balik: SYARIAT ISLAM SIAPA TAKUT | Tengkuputeh

  31. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA Dl BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  32. Ping balik: 59 TAHUN ACEH MERDEKA DI BAWAH PEMERINTAHAN RATU | Tengkuputeh

  33. Ping balik: KERAJAAN ACEH JAMAN SULTAN ISKANDAR MUDA (1607-1636) | Tengkuputeh

  34. Ping balik: PERISTIWA KEMERDEKAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  35. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | Tengkuputeh

  36. Ping balik: KESULTANAN ACEH NEGARA BERDAULAT PERTAMA YANG MENGAKUI KEMERDEKAAN REPUBLIK BELANDA DARI KERAJAAN SPANYOL DI TAHUN 1602 | Tengkuputeh

  37. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  38. Ping balik: ATJEH MENDAKWA | Tengkuputeh

  39. Ping balik: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | Tengkuputeh

  40. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  41. Ping balik: EKSPLORASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  42. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  43. Ping balik: AROMA MEMIKAT DARI DAPUR ACEH | Tengkuputeh

  44. Ping balik: TARIKH ACEH DAN NUSANTARA | Tengkuputeh

  45. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  46. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  47. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  48. Ping balik: KORPS MARSOSE, PASUKAN PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  49. Ping balik: KORPS MARSOSE, SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  50. Ping balik: HIKAYAT-HIKAYAT DARI NEGERI ACEH | Tengkuputeh

  51. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH SEBAGAI ASAL NAMA KABUPATEN BENER MERIAH | Tengkuputeh

  52. Ping balik: SECANGKIR KOPI DARI ACEH | Tengkuputeh

  53. Ping balik: SEGALA SESUATU MEMILIKI ASAL MULA | Tengkuputeh

  54. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) | Tengkuputeh

  55. Ping balik: NASIHAT-NASIHAT C. SNOUCK HURGRONJE - TengkuputehTengkuputeh

  56. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) - TengkuputehTengkuputeh

  57. Ping balik: ACEH PUNGO (ACEH GILA) - TengkuputehTengkuputeh

  58. Ping balik: KISAH HIDUP LAKSAMANA MALAHAYATI | Tengkuputeh

  59. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  60. Ping balik: PASAI DALAM PERJALANAN SEJARAH | TengkuputehTengkuputeh

  61. Ping balik: MISI MENCARI MAKAM PARA SULTANAH ACEH | TengkuputehTengkuputeh

  62. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | TengkuputehTengkuputeh

  63. Ping balik: PEREMPUAN ACEH FULL POWER | TengkuputehTengkuputeh

  64. Ping balik: OPERASI PENYERGAPAN BELANDA TERHADAP CUT MEUTIA | TengkuputehTengkuputeh

  65. Ping balik: KRITIK KEPADA SULTAN ISKANDAR MUDA | TengkuputehTengkuputeh

  66. Ping balik: HIKAYAT SUKU MANTE | TengkuputehTengkuputeh

  67. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | TengkuputehTengkuputeh

  68. Ping balik: PERANG DI JALAN ALLAH | TengkuputehTengkuputeh

  69. Ping balik: ACEH DAERAH MODAL | TengkuputehTengkuputeh

  70. Ping balik: CATATAN SEJARAH RANTAI BABI ATAU RANTE BUI DALAM TULISAN YANG DISUSUN KOLONIAL BELANDA | Tengkuputeh

  71. Ping balik: PASUKAN MERIAM NUKUM SANANY SEBUAH PASAK DARI RUMAH GADANG INDONESIA MERDEKA | Tengkuputeh

  72. Ping balik: PERANAN LEMBAGA TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH PADA MASA LAMPAU | Tengkuputeh

  73. Ping balik: MASA DEPAN POLITIK DUNIA MELAYU | Tengkuputeh

  74. Ping balik: SEJARAH PARTAI KOMUNIS INDONESIA DI ACEH | Tengkuputeh

  75. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE SEBAGAI SARAN KEPADA PEMERINTAH HINDIA BELANDA UNTUK MENGHANCURKAN KEKUATAN ISLAM DI INDONESIA | Tengkuputeh

  76. Ping balik: SEJARAH KERAJAAN LAMURI | Tengkuputeh

  77. Ping balik: MENYINGKAP MAKNA SYAIR KUTINDHIENG SELAKU MANTRA SIHIR ACEH KUNO | Tengkuputeh

  78. Ping balik: BERZIARAH KE MAKAM SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  79. Ping balik: PEMBERONTAKAN KAUM REPUBLIK KASUS DARUL ISLAM ACEH | Tengkuputeh

  80. Ping balik: PERANG CUMBOK SEBUAH REVOLUSI SOSIAL DI ACEH (1946-1947) | Tengkuputeh

  81. Ping balik: PEKUBURAN SERDADU BELANDA PEUCUT KHERKHOF DI BANDA ACEH SEBAGAI SAKSI KEDAHSYATAN PERANG ACEH | Tengkuputeh

  82. Ping balik: RINCIAN ISI KANUN MEUKUTA ALAM PERATURAN UNDANG-UNDANG KESULTANAN ACEH DARUSSALAM YANG DISUSUN PADA MASA PEMERINTAHAN SULTAN ISKANDAR MUDA | Tengkuputeh

  83. Ping balik: MEMOAR PANGLIMA POLEM CATATAN SEORANG PEJUANG PERINTIS KEMERDEKAAN INDONESIA | Tengkuputeh

  84. Ping balik: HAK ATAS WAKTU | Tengkuputeh

  85. Ping balik: KETIKA ACEH MENGAKUI KEMERDEKAAN BELANDA | Tengkuputeh

  86. Ping balik: KANUN MEUKUTA ALAM | Tengkuputeh

  87. Ping balik: SURAT TENGKU CHIK DI TIRO | Tengkuputeh

  88. Ping balik: KEBIJAKAN POLITIK ISLAM OLEH SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  89. Ping balik: LEGENDA GAJAH PUTIH BENER MERIAH | Tengkuputeh

  90. Ping balik: TEUKU NYAK ARIEF RENCONG ACEH DI VOLKSRAAD | Tengkuputeh

  91. Ping balik: PERANAN TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH | Tengkuputeh

  92. Ping balik: GUGURNYA CUT MUTIA | Tengkuputeh

  93. Ping balik: KERAJAAN TEUNOM SUATU MASA | Tengkuputeh

  94. Ping balik: EKSPEDISI BELANDA KE GAYO 1904 | Tengkuputeh

  95. Ping balik: ORANG ACEH DALAM SEJARAH SUMATERA | Tengkuputeh

  96. Ping balik: PUTROE PHANG PUTRI PAHANG | Tengkuputeh

  97. Ping balik: ISMAIL | Tengkuputeh

  98. Ping balik: EKSPLOITASI SUMBER DAYA ALAM APAKAH BAGUS UNTUK ACEH | Tengkuputeh

  99. Ping balik: TUHA PEUT DALAM MASYARAKAT ACEH | Tengkuputeh

  100. Ping balik: SULTANAH MALIKAH NAHRASYIYAH | Tengkuputeh

  101. Ping balik: BATU NISAN ACEH SEBAGAI WARISAN BUDAYA ISLAM | Tengkuputeh

  102. Ping balik: MATA UANG EMAS KERAJAAN-KERAJAAN DI ACEH | Tengkuputeh

  103. Ping balik: KETIKA IBNU BATTUTA MELAWAT SAMUDERA PASAI | Tengkuputeh

  104. Ping balik: TEUKU NYAK MAKAM, PAHLAWAN ACEH TANPA KEPALA | Tengkuputeh

  105. Ping balik: TUANKU HASYIM WALI NANGGROE YANG DILUPAKAN SEJARAH | Tengkuputeh

  106. Ping balik: PERANG ACEH KISAH KEGAGALAN SNOUCK HURGRONJE | Tengkuputeh

  107. Ping balik: MUSIBAH TENGGELAMNYA KMP GURITA (1996) | Tengkuputeh

  108. Ping balik: MENGUNJUNGI RUMAH PAHLAWAN NASIONAL CUT MEUTIA | Tengkuputeh

  109. Ping balik: SANG TIRAN | Tengkuputeh

  110. Ping balik: KORPS MARSOSE SERDADU PRIBUMI PELAYAN RATU BELANDA | Tengkuputeh

  111. Ping balik: EDISI KHUSUS SERI PAHLAWAN NASIONAL PRANGKO 100 TAHUN CUT NYAK DHIEN | Tengkuputeh

Leave a Reply

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.