Browsing monthly archive

November 2015

ALIM

Kita patut menangis, zaman ini sebegitu banyak orang mengenakan topeng kealiman. Alim berasal dari bahasa Arab, ilmu. Sehingga alim sesungguhnya berarti orang yang berilmu. Bukankah tugas alim bukan saja mengingatkan harga diri manusia, tapi juga ingin menangkis kesewenangan terhadap sesama, ia tak bisa diam. Continue reading →

PENUAI PAJAK DAN PERADABAN

Pajak adalah ongkos peradaban. Kita keluar dari sebuah museum, berjalan dengan siul yang aman, dan tahu tidak banyak hal di dunia ini yang gratis, dan kian lama yang gratis itu kian mahal. Sebuah bangsa, sulit berjalan tanpa pajak. Perpustakaan rakyat, taman-taman kota, rumah jompo, pemadam kebakaran, sekolah negeri, bantuan sosial jika tanpa pajak, semua itu dengan sendirinya terancam kekurangan anggaran. Continue reading →

PASSION

Tapi kita bisa melihat, di usia yang sudah tidak muda lagi di lintasan balapan. Di mana para rekan satu angkatan, dan bahkan beberapa angkatan sesudahnya telah menyerah. Terhadap perubahan regulasi, teknologi, waktu dan lain-lain. Ia terus belajar, itulah salah satu penyebab ia selalu mampu bersaing dalam kondisi terburuk sekalipun. Continue reading →

SERAKAH

Inilah zaman ketika sinetron bercerita tentang gaya hidup “orang kaya dan termasyur” dengan menampilkan mobil mahal dan gadget yang canggih. Itu menjadi contoh bagaimana seharusnya menikmati hidup, pengusaha dan pejabat dengan segera menirunya. Mobil-mobil mewah bersilewan di jalan raya, barang-barang mahal melekat di badan, apa boleh buat. Tamak itu tampan. Continue reading →