THE DIPLOMAT PART II

Diplomat Muda

THE DIPLOMAT PART II

Diplomasi adalah proses rumit, ada tahap-tahap yang harus dilalui. Menurut hukum tata negara tahap pertama adalah negoisasi, tahap kedua adalah Memorandum of Understanding, tahap ketiga adalah signature dan tahap terakhir adalah ratifikasi.
Sebagai juru runding tahap yang paling sulit adalah ratifikasi, berbagai usaha yang telah dicoba untuk menekan pihak lawan akan menjadi sia-sia apabila pihak yang diwakilinya menolak hasil perundingan.

Sebagai seorang diplomat dadakan, Abu berhasil “memaksakan” opsi-opsi yang sekiranya akan menguntungkan pihak yang Abu wakili. Namun apa daya apabila pihak yang Abu wakili menolak hasilnya dan memilih berbalik menyerah yang justru merugikan dirinya dimasa depan.

Jelas Abu kecewa, karena telah mengerahkan segala kemampuan. Bukan bermaksud mengungkit, tapi banyak buku yang telah Abu pelajari, betapa banyak waktu dan pikiran Abu yang tersita. Bahkan dalam perundingan ada pihak yang Abu sakiti atas kengototan terhadap beberapa item, dan bahkan dalam diplomasi terkadang Abu melanggar nilai-nilai yang Abu junjung tinggi. Tapi itu semua untukkmu sahabat yang tidak berkaum di negeri ini.

Mungkin benar kata TSP sebaiknya tidak Abu membela orang yang jelas salah walaupun ia adalah sahabat dekat, mungkin benar kata member of KPP MBO sebaiknya Abu lebih baik berkosentrasi pada PR yang menumpuk dari Unimal. Akhirnya kekeraskepalaan Abu berbuah kekecewaan yang amat sangat.

Sahabat ketika akan tenggelam engkau menjerit minta tolong, namun ketika tangan ini sudah hampir menarikmu keluar, engkau lebih memilih tenggelam di dalamnya. Sebagai seorang sahabat Abu telah berusaha yang terbaik bagimu. Ini semua adalah hidupmu maka pintaku janganlah engkau menyesal pada keputusan yang engkau ambil.

Advertisements
Advertisements

About tengkuputeh

Cepat seperti angin // Tekun seperti hujan // Bergairah seperti api // Diam seperti gunung // Misterius seperti laut // Kejam seperti badai // Anggun seperti ngarai // Hening seperti hutan // Dalam seperti lembah // Lembut seperti awan // Tangguh seperti karang // Sederhana seperti debu // Menyelimuti seperti udara // Hangat seperti matahari // Luas seperti angkasa // Berserakan seperti debu //
This entry was posted in Asal Usil, Cerita, Kisah-Kisah and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

2 Responses to THE DIPLOMAT PART II

  1. Pingback: SEGALA SESUATU MEMILIKI ASAL MULA | Tengkuputeh

  2. Pingback: SEGALA SESUATU MEMILIKI ASAL MULA - TengkuputehTengkuputeh

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.